Tottenham Pecat Igor Tudor Setelah Hanya Enam Pekan Menukangi Klub

- Senin, 30 Maret 2026 | 04:45 WIB
Tottenham Pecat Igor Tudor Setelah Hanya Enam Pekan Menukangi Klub

Geger di London Utara. Tottenham Hotspur baru saja mengakhiri kerja sama dengan pelatih kepala Igor Tudor. Padahal, pelatih asal Kroasia itu baru enam pekan menahkodai klub. Keputusan ini diumumkan langsung oleh klub pada Senin, lewat sebuah pernyataan resmi yang singkat.

Hebatnya, pemecatan ini dilakukan berdasarkan kesepakatan bersama. Artinya, kedua belah pihak sepakat untuk berpisah lebih cepat dari rencana. Tidak cuma Tudor yang pergi. Pelatih kiper Tomislav Rogic dan pelatih fisik Riccardo Ragnacci juga ikut angkat kaki dari posisi mereka.

Lewat pernyataannya, klub masih mencoba bersikap sopan. "Kami berterima kasih kepada Igor, Tomislav dan Riccardo untuk kerja keras mereka selama enam pekan terakhir, di mana mereka bekerja tanpa lelah," begitu bunyi pernyataan itu.

Tak lupa, mereka juga menyelipkan belasungkawa. "Kami juga turut berduka cita atas kehilangan yang baru-baru ini dialami Igor dan menyampaikan dukungan kami kepadanya dan keluarganya di masa sulit ini."

Soal siapa penggantinya? Tottenham bilang, kabar tentang pelatih kepala baru akan diumumkan dalam waktu dekat. Situasinya memang mendesak.

Igor Tudor sendiri didatangkan ke Spurs pada pertengahan Februari 2026. Tugasnya menggantikan Thomas Frank yang dipecat. Tapi, masa jabatannya ternyata sangat singkat dan penuh badai.

Statistiknya berbicara keras. Dalam enam pekan, Tudor hanya menangani tujuh pertandingan di semua kompetisi. Hasilnya? Cuma satu kemenangan, satu imbang, dan lima kekalahan. Rata-rata poin yang dikumpulkan timnya cuma 0,57 per laga. Angka yang sangat buruk untuk standar mana pun.

Kemenangan tunggal itu pun terasa pahit. Mereka menang 3-2 atas Atletico Madrid di Liga Champions. Sayangnya, kemenangan di leg kedua babak 16 besar itu tidak cukup untuk membalikkan agregat. Spurs tetap tersingkir.

Kini, dengan posisi klub yang terancam degradasi di Liga Inggris, pencarian pelatih baru jadi pekerjaan rumah yang paling krusial. Tekanan dari suporter sudah memuncak. Tantangan untuk siapa pun yang akan menggantikan Tudor terlihat sangat berat.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar