Angin Puting Beliung Terjang Kudus, 221 Rumah Rusak di Empat Desa

- Selasa, 31 Maret 2026 | 08:45 WIB
Angin Puting Beliung Terjang Kudus, 221 Rumah Rusak di Empat Desa

Senin sore kemarin, suasana di Kecamatan Undaan, Kudus, berubah jadi mencekam. Hujan deras tiba-tiba mengguyur, diiringi angin puting beliung yang menyapu apa saja di jalurnya. Empat desa jadi sasaran amukannya, dan akibatnya, ratusan rumah warga rusak berantakan.

Menurut Ahmad Munaji, Kasi Kedaruratan BPBD Kabupaten Kudus, bencana itu terjadi sekitar pukul tiga lewat tiga puluh lima menit sore. "Hujan deras disertai angin kencang," ujarnya, menggambarkan kejadian yang hanya berlangsung singkat namun dampaknya luar biasa. Pohon-pohon tumbang, atap rumah berterbangan, dan kerusakan terjadi mulai dari yang ringan hingga parah.

Wilayah yang paling menderita adalah Desa Terangmas, Kalirejo, Glagahwaru, dan Medini.

"Desa Terangmas, Kalirejo, Glagahwaru dan Medini," jelas Munaji menegaskan.

Data sementara yang dihimpun petugas benar-benar mencengangkan. Secara keseluruhan, ada 221 bangunan yang terdampak. Kebutuhan genteng untuk perbaikan diperkirakan mencapai 14.400 lembar angka yang menunjukkan betapa luasnya kerusakan itu.

Di Desa Terangmas, dua rumah rusak. Salah satunya milik seorang warga bernama Seketi, yang bahkan harus dilarikan ke Puskesmas Undaan. Sebuah gudang di desa itu juga roboh sama sekali.

Desa Kalirejo mencatat 12 bangunan rusak, terbagi di dua Rukun Tetangga. Sementara di Glagahwaru, angin menerjang 15 rumah, dengan sebagian besar kerusakan terkonsentrasi di satu RT.

Namun begitu, Medini jadi desa yang paling parah tertimpa musibah. Dari total 221 bangunan rusak, 192 di antaranya ada di desa ini. Kebutuhan gentengnya saja mencapai 13.000 lembar. Kerusakan tersebar di beberapa gang, dengan puluhan rumah di tiap gangnya mengalami nasib serupa atapnya terbang, dindingnya jebol, atau bahkan struktur rumahnya ambruk.

Gang 08, 09, 17, dan 15 adalah yang terparah, masing-masing dengan puluhan rumah yang hancur. Pemandangannya pasti mirip medan perang.

Saat ini, warga dan petugas masih berjibaku dengan pembersihan dan pendataan lebih lanjut. Rasanya, butuh waktu dan usaha ekstra untuk membangun kembali semua yang hilang sore itu.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar