Ribuan orang memadati Alun-Alun Masjid Agung Banten Lama, Serang, Senin (30/3) lalu. Mereka hadir bukan tanpa tujuan, melainkan untuk mengenang dan menghormati jejak Sultan Maulana Hasanuddin dalam Haul Agungnya yang ke-465. Suasana begitu khidmat, diisi lantunan istigasah dan ayat suci Al-Qur'an, namun juga meriah dengan festival budaya yang menyertainya.
Di tengah kerumunan itu, hadir Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono. Ia turut merasakan gelora spiritual dan budaya yang mengalir deras dalam acara bertema 'Mengharap Berkah Menjemput Karomah, Menjunjung Tinggi Marwah' tersebut.
Dalam sambutannya, Jabo mengajak semua yang hadir untuk belajar dari masa lalu. "Bapak Presiden selalu bilang, 'jas merah'. Jangan sekali-kali melupakan sejarah," ujarnya.
"Sultan Maulana Hasanuddin adalah sejarah yang harus kita jaga dan kita ambil hikmahnya," tegas Agus Jabo dalam keterangan tertulisnya pada Selasa (31/3/2026).
Menurutnya, nilai-nilai yang ditinggalkan sang Sultan bukanlah sekadar cerita usang. Justru, warisan itu menjadi fondasi yang kokoh untuk kehidupan berbangsa kita sekarang. Ia melihat kepemimpinan Hasanuddin berdiri di atas tiga pilar utama: politik, spiritualitas, dan ekonomi yang mandiri.
"Coba lihat simbolnya," jelas Jabo. "Istana sebagai pusat pemerintahan, masjid untuk spiritualitas, dan pasar sebagai denyut perekonomian. Konsep kehidupan berbangsa yang lengkap ini sudah ada sejak dulu."
Artikel Terkait
Kejagung Sita Uang Tunai Rp1 Miliar dari Kantor Perusahaan Tambang AKT
Dua Tersangka Penggelapan Dana Gereja Rp 28 Miliar Diamankan di Bandara Kualanamu
Timnas Indonesia Takluk di Final FIFA Series, Herdman: Ini Baru Pondasi
Wanita Pengendara Motor Tewas dalam Tabrakan dengan Pikap di Jalan Raya Iwul Bogor