Di Desa Terangmas, dua rumah rusak. Salah satunya milik seorang warga bernama Seketi, yang bahkan harus dilarikan ke Puskesmas Undaan. Sebuah gudang di desa itu juga roboh sama sekali.
Desa Kalirejo mencatat 12 bangunan rusak, terbagi di dua Rukun Tetangga. Sementara di Glagahwaru, angin menerjang 15 rumah, dengan sebagian besar kerusakan terkonsentrasi di satu RT.
Namun begitu, Medini jadi desa yang paling parah tertimpa musibah. Dari total 221 bangunan rusak, 192 di antaranya ada di desa ini. Kebutuhan gentengnya saja mencapai 13.000 lembar. Kerusakan tersebar di beberapa gang, dengan puluhan rumah di tiap gangnya mengalami nasib serupa atapnya terbang, dindingnya jebol, atau bahkan struktur rumahnya ambruk.
Gang 08, 09, 17, dan 15 adalah yang terparah, masing-masing dengan puluhan rumah yang hancur. Pemandangannya pasti mirip medan perang.
Saat ini, warga dan petugas masih berjibaku dengan pembersihan dan pendataan lebih lanjut. Rasanya, butuh waktu dan usaha ekstra untuk membangun kembali semua yang hilang sore itu.
Artikel Terkait
Sidang Korupsi Proyek Satelit Kemenhan 2012-2021 Dimulai, Satu Terdakwa Buron
Kejagung Sita Uang Tunai Rp1 Miliar dari Kantor Perusahaan Tambang AKT
Dua Tersangka Penggelapan Dana Gereja Rp 28 Miliar Diamankan di Bandara Kualanamu
Timnas Indonesia Takluk di Final FIFA Series, Herdman: Ini Baru Pondasi