Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian punya pesan tegas buat pemerintah daerah: saatnya lebih cermat menggunakan anggaran. Ia mendorong agar dana yang ada benar-benar diprioritaskan untuk kepentingan publik. Caranya? Salah satunya dengan menekan pengeluaran untuk hal-hal yang dianggap kurang mendesak.
“Ya terutama perjalanan dinas yang tidak perlu, dari dulu saya sampaikan. Jadi uangnya diarahkan untuk program yang pro rakyat,”
ujarnya kepada wartawan di Kantor Kepala Staf Kepresidenan, Jakarta Pusat, Rabu lalu.
Menurut Tito, efisiensi ini tidak melulu soal penghematan BBM. Gagasannya lebih luas, mengajak kita mengingat kembali langkah-langkah penghematan sederhana yang sempat diterapkan saat pandemi dulu. Misalnya, hal-hal kecil yang sering terlupa.
“Enggak spesifik ke sana. Nanti kita bisa gunakan sebetulnya, mekanisme pada waktu Covid itu. Misalnya, lampu dimatikan dulu, jangan meninggalkan kantor dengan lampu hidup, AC masih hidup,”
Artikel Terkait
Target Juni 2026, Pembangunan Tahap II Sekolah Rakyat Masih Tersisa 105 Sekolah
Kepala BAIS TNI Letjen Yudi Abrimantyo Lengser, Terkait Kasus Penyiraman Aktivis
Jasa Marga Beri Diskon 30% Tarif Tol di Sembilan Ruas untuk Arus Balik Lebaran
Menhub Kaji Penguatan Aturan Truk Tiga Sumbu Usai Temukan Pelanggaran