Jangan lupa, sebelum bersinar di Liverpool sejak 2017, Salah sudah merasakan Serie A bersama Roma. Di Anfield, dia sudah menyabet satu trofi Liga Champions. Namanya sekarang tercatat di peringkat ke-11 pencetak gol terbanyak sepanjang masa di kompetisi bergengsi itu. Pencapaian yang belum tentu membuatnya puas.
Di sisi lain, statistiknya untuk The Reds memang luar biasa. 255 gol dari 435 penampilan sejauh ini! Angka itu menempatkannya di urutan keenam dalam daftar legenda klub, di bawah nama-nama besar seperti Dalglish, Gerrard, dan Rush.
Memang, hubungannya dengan klub sempat memanas. Carragher sendiri pernah menyebut sikap Salah "memalukan" usai insiden di zona campuran melawan Leeds tahun lalu. Tapi, melihat keputusannya pergi sekarang dengan sisa satu tahun kontrak Carragher menilai itu keputusan yang tepat untuk semua pihak.
"Kalau dilihat mundur, mungkin mereka bisa lakukan ini musim panas lalu? Tapi mana mungkin kamu tidak perpanjang kontrak pemain terbaik Liga Premier musim lalu? Susah juga berandai-andai. Mungkin ini cuma terjadi setahun lebih awal dari yang kita duga," pungkasnya.
Jadi, ke mana berikutnya? Saudi, Italia, atau mungkin tujuan lain? Yang jelas, petualangan Mo Salah di puncak dunia sepak bola rupanya belum berakhir.
Artikel Terkait
PSIS Semarang Hajar Persipal 6-1, Keluar dari Zona Degradasi
Tuchel Kecewa, Tapi Pahami Alasan Delapan Pemain Mundur dari Skuad Inggris
Timnas Indonesia Tertinggal dari Bulgaria di Babak Pertama Final FIFA Series
Veda Ega dan Marc Marquez Berbagi Nasib Pahit di COTA