Kabut masih menyelimuti sisa-sisa rumah di Kute Reje. Yang tersisa hanya fondasi dan tumpukan kayu, bekas sapuan banjir bandang yang datang tiba-tiba. Menyaksikan kehancuran itu, Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah akhirnya memutuskan untuk memindahkan seluruh warganya. Mereka tak akan kembali ke lokasi lama. Sebuah permukiman baru, yang dijanjikan lebih aman, sedang disiapkan.
Bupati Aceh Tengah, Haili Yoga, menegaskan komitmennya. "Pemerintah daerah memastikan masyarakat akan dipindahkan ke lokasi yang lebih aman dan layak untuk membangun kembali kehidupan mereka," ujarnya.
Ia menggambarkan kondisi di lapangan yang jauh lebih mengerikan dari laporan awal. Kampung itu praktis rata dengan tanah. Tak cuma rumah, lahan pertanian dan sawah sumber nafkah utama warga ikut hancur lebur. Ekonomi mereka pun ikut terbenam.
"Ini lebih parah dari yang diceritakan," kata Haili Yoga.
"Seluruh masyarakat Kampung Kutereje terpaksa mengungsi ke Kampung Delung. Meski tinggal dengan kondisi serba terbatas, lokasi pengungsian lebih aman."
Di sisi lain, proses relokasi sudah mulai digarap. Pemerintah setempat sedang menyiapkan lahan seluas 35.500 meter persegi untuk tempat tinggal baru warga Kute Reje. Namun, pekerjaan ini tidak mudah. Kute Reje bukan satu-satunya korban. Masih ada desa lain seperti Delung dan Reje Payung yang juga porak-poranda diterjang banjir dan tanah longsor.
Meski begitu, prioritas utama saat ini tetap pada Kute Reje. "Setelah itu pemerintah akan melanjutkan pencarian lokasi relokasi bagi Kampung Delung dan Kampung Reje Payung yang juga terdampak," jelas Haili Yoga. Langkah demi langkah, sambil berharap bencana serupa tak terulang.
Artikel Terkait
Juventus Bangkit dari Ketinggalan Dua Gol, Imbangi Lazio 2-2 di Injury Time
Timnas Futsal Indonesia Tembus Final Piala Asia 2026 untuk Pertama Kali
Tiga Pelajar Siram Siswa Lain Diduga Pakai Air Keras di Cempaka Putih
Mantan Gubernur Lemhannas Agus Widjojo, Diplomat dan Pemikir Reformasi TNI, Wafat