Tiga Astronot China Terjebak di Orbit, Misi Darurat Diluncurkan

- Rabu, 26 November 2025 | 08:12 WIB
Tiga Astronot China Terjebak di Orbit, Misi Darurat Diluncurkan
Misi Penyelamatan Luar Angkasa China

China baru saja meluncurkan misi luar angkasa darurat pertamanya. Tindakan cepat ini dilakukan Selasa (25/11) untuk mengatasi situasi genting di stasiun luar angkasa Tiangong. Bayangkan saja, tiga astronot mereka terdampar di sana tanpa kendaraan yang bisa membawa mereka pulang dengan aman.

Dari Pusat Peluncuran Satelit Jiuquan di barat laut China, roket Long March-2F melesat membawa pesawat ruang angkasa Shenzhou-22. Yang menarik, pesawat ini berangkat tanpa awak. Tak lama setelah peluncuran, Badan Antariksa Berawak China (CMSA) mengonfirmasi bahwa semuanya berjalan mulus.

Dalam sebuah pernyataan resmi, CMSA menegaskan, "Pesawat ruang angkasa berhasil memisahkan diri dari roket dan memasuki orbit yang direncanakan, misi peluncuran sukses total."

Lantas, apa yang memicu semua ini? Rupanya, masalah sudah mulai muncul awal bulan. Pada 5 November, pesawat Shenzhou-20 yang seharusnya menjemput kru sebelumnya dinyatakan tidak layak terbang.

CMSA mengungkapkan penyebabnya: jendela kapsul pengembalian Shenzhou-20 retak. Diduga kuat, ini akibat hantaman puing-puing antariksa yang berkeliaran di orbit.

Nah, situasi ini memaksa otoritas China bertindak cepat. Tanggal 14 November, mereka mengambil keputusan berani. Mereka menggunakan satu-satunya pesawat yang masih layak di stasiun saat itu, Shenzhou-21 yang baru saja tiba membawa kru pengganti untuk memulangkan kru lama lebih cepat dari jadwal.

Keputusan itu memang menyelesaikan satu masalah, tapi menimbulkan masalah baru. Tiga astronot Shenzhou-21 Zhang Lu, Wu Fei, dan Zhang Hongzhang yang baru datang jadi "terdampar" di Tiangong. Mereka terjebak tanpa pesawat cadangan untuk evakuasi darurat. Makanya, kedatangan Shenzhou-22 ini sangat dinantikan untuk menghilangkan risiko keselamatan itu.

Bukan Cuma Sekoci Penyelamat

Shenzhou-22 ternyata tidak datang dengan tangan kosong. Selain berfungsi sebagai sekoci penyelamat, pesawat ini juga membawa kargo penting. Ada suku cadang untuk stasiun, peralatan khusus untuk memperbaiki jendela Shenzhou-20 yang retak, dan yang tak kalah penting buah-buahan serta sayuran segar untuk para kru.

Setelah bersandar dengan Tiangong, Shenzhou-22 akan menetap di sana sampai sekitar April 2026. Itu adalah jadwal akhir misi ketiga astronot saat ini. Jadi, pesawat inilah yang nantinya akan mengantarkan mereka pulang ke Bumi setelah tugas selesai.

He Yuanjun, seorang pejabat CMSA, memberi pernyataan menarik. Ia bilang, berkat kesiapsiagaan yang matang, China hanya butuh 16 hari untuk mengeksekusi prosedur peluncuran darurat ini dari nol.

"Peluncuran darurat ini adalah yang pertama bagi China," ujarnya. "Namun saya berharap ini akan menjadi yang terakhir dalam perjalanan umat manusia di luar angkasa."

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar