Penyebab dan Ciri-Ciri Anak Terpapar Narkoba Menurut Psikiater
Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jawa Timur baru-baru ini menemukan fakta yang mengkhawatirkan. Sebanyak 15 siswa SMP dinyatakan positif menggunakan narkoba setelah menjalani tes urine di sebuah sekolah yang terletak di dekat Jalan Kunti, Surabaya. Temuan ini semakin memperkuat reputasi kawasan tersebut yang telah lama dikenal sebagai salah satu pusat peredaran gelap narkoba.
Kejadian ini tentu menimbulkan keprihatinan yang mendalam bagi semua pihak. Menanggapi hal ini, seorang psikiater dari RS Jiwa Menur Surabaya, dr. Lila Nurmayanti, Sp.KJ, memaparkan secara rinci faktor-faktor yang menyebabkan seorang anak bisa terjerumus ke dalam penyalahgunaan narkoba.
Faktor Internal yang Mendorong Anak Menggunakan Narkoba
Menurut dr. Lila, faktor internal berkaitan erat dengan kondisi kejiwaan dan psikologis anak. Beberapa kondisi yang termasuk dalam faktor ini adalah anak yang mengalami depresi, kecemasan berlebih, rasa percaya diri yang rendah, serta ketidakstabilan emosi. Rasa ingin tahu yang besar, ditambah dengan ketidakmampuan untuk memikirkan konsekuensi jangka panjang karena fungsi kognitif yang masih berkembang, juga menjadi pemicu kuat.
Selain itu, faktor genetik atau riwayat ketergantungan dalam keluarga juga disebutkan dapat meningkatkan kerentanan anak terhadap penyalahgunaan narkoba.
Faktor Eksternal yang Memperparah Risiko
Di sisi lain, faktor eksternal memiliki peran yang sangat signifikan. Lingkungan tempat tinggal yang mudah mengakses narkoba adalah salah satu pemicu utama. Situasi keluarga yang tidak harmonis, seperti seringnya terjadi perselisihan, perceraian orang tua, adanya kekerasan dalam rumah tangga, atau kesibukan orang tua yang berujung pada lemahnya pengawasan, dapat mendorong anak untuk mencari pelarian dan salah pergaulan.
Kurangnya penanaman pendidikan agama serta kondisi ekonomi yang lemah juga dapat menjerat anak ke dalam siklus perdagangan narkoba itu sendiri.
Mengenali Ciri-Ciri Anak yang Terpapar Narkoba
Orang tua dan guru perlu waspada terhadap perubahan perilaku yang tidak wajar pada anak. Berikut adalah beberapa ciri-ciri yang patut diwaspadai:
- Perubahan sikap drastis, seperti dari periang menjadi pendiam.
- Menjauh dari kegiatan ibadah atau keluarga yang biasa diikutinya.
- Sulit diajak berkomunikasi, menjadi kurang disiplin, dan sering membolos.
- Emosi tidak stabil, mudah marah, tersinggung, bahkan berani bersikap kasar.
- Suka memanipulasi keadaan, sulit berkonsentrasi, dan terlihat sering bengong.
- Mulai menjual barang-barang pribadi atau milik keluarga.
- Perilaku khusus seperti takut air (pada pengguna jenis putaw).
Langkah yang Harus Diambil Orang Tua
Jika menemukan anak terindikasi menggunakan narkoba, dr. Lila menekankan agar orang tua tidak panik dan langsung menghukum. Pendekatan yang tepat adalah dengan membuka komunikasi yang baik dan penuh pengertian. Tidak ada salahnya bagi orang tua untuk segera meminta bantuan profesional, seperti dokter atau psikiater, untuk menangani masalah ini.
Masyarakat juga diimbau untuk mendukung proses rehabilitasi dan pemulihan anak. Mengucilkan atau memusuhi mereka justru akan memperburuk keadaan. Masyarakat harus proaktif dalam mencegah penyebaran narkoba untuk memutus mata rantainya.
Pencegahan terbaik tetap dimulai dari keluarga. Pendidikan keluarga yang efektif, yang mencakup penanaman nilai agama, akhlak, kasih sayang, rasa aman, dan pengawasan yang bijaksana, adalah benteng utama untuk melindungi anak dari bahaya narkoba.
Artikel Terkait
Perindo Sultra Kurban Lima Sapi untuk Warga Kurang Mampu di Kendari
Atta Halilintar Sebar 12 Ekor Sapi Kurban ke Sejumlah Daerah di Jawa Barat
Ria Ricis Buka Suara soal Operasi Hidung: Bukan demi Estetika, tapi karena Gangguan Pernapasan Akibat Tulang Bengkok
MUI: Penggunaan APBN untuk Hewan Kurban Presiden Tidak Melanggar Syariat Islam