Tuchel Kecewa, Tapi Pahami Alasan Delapan Pemain Mundur dari Skuad Inggris

- Senin, 30 Maret 2026 | 21:30 WIB
Tuchel Kecewa, Tapi Pahami Alasan Delapan Pemain Mundur dari Skuad Inggris

LONDON Thomas Tuchel tampak lebih kecewa daripada marah. Delapan pemain timnas Inggris memilih mundur dari skuad jelang laga uji coba kontra Jepang, Selasa nanti. Tapi sang manajer justru lebih banyak bicara soal realitas sepak bola modern ketimbang menyalahkan anak asuhnya.

Sejak hasil imbang 1-1 melawan Uruguay Jumat lalu, nama-nama seperti Dominic Calvert-Lewin, Bukayo Saka, Declan Rice, dan John Stones ikut menarik diri. Mereka bergabung dengan Aaron Ramsdale, Noni Madueke, Fikayo Tomori, serta Adam Wharton. Jumlahnya cukup signifikan.

Padahal, ini kamp pelatihan terakhir sebelum batas akhir pengumuman skuad Piala Dunia pada 30 Mei mendatang. Situasi yang cukup pelik, tentu saja.

Namun begitu, Tuchel tak menumpahkan amarahnya pada para pemain.

"Saya kecewa, tapi bukan pada mereka," ujarnya, seperti dikutip dari BBC.

"Yang bikin sedih adalah keinginan kami untuk punya semua pemain dalam kondisi fit dan semangat. Itu harapan semua orang. Tapi kenyataannya? Ini akhir musim, akhir Maret. Banyak pemain yang baru saja menjalani pertandingan-pertandingan Eropa, lebih dari satu kompetisi, dengan segala turnamen yang masih berjalan," jelas Tuchel panjang lebar.

Untuk dua laga di Wembley itu, Tuchel sempat memanggil skuad besar berisi 35 pemain. Strateginya, membagi mereka jadi dua kelompok. Satu kelompok diisi para pemain yang lebih sering duduk di bangku cadangan, sementara kelompok lain berisi pemain inti.

Tapi rencana itu akhirnya berantakan juga.

"Kami punya pemain di kamp yang menit bermainnya tahun ini jauh lebih banyak daripada musim lalu. Wajar kalau ada kekhawatiran," aku Tuchel.

Menurutnya, para pemain butuh dan layak dapat istirahat secara mental dari sepak bola. "Kita bisa lihat energi yang mereka bawa saat kembali ke kamp nanti, saat mereka menyambung lagi dalam lingkungan yang baru," tambahnya.

Di sisi lain, Tuchel mengakui ada kepentingan lain yang harus diakomodir.

"Kami tentu ingin mereka tampil bagus untuk klub masing-masing. Tapi realitanya, ini kamp terakhir kami sebelum berangkat ke Amerika. Kami ingin punya waktu untuk menyambung kembali prinsip-prinsip tim," paparnya.

Meski kecewa, nada Tuchel tetap tenang. Bahkan ia menyebut ada sisi positif dari situasi ini.

"Saya tidak marah. Sama sekali. Saya justru merasa semua orang sangat ingin datang. Beberapa pemain yang cedera bahkan memilih tetap di sini untuk menjalani perawatan. Itu menunjukkan betapa mereka ingin dekat dengan tim," katanya.

"Tidak ada yang buru-buru pergi begitu saja. Semangatnya bagus. Dan memang seharusnya begitu," tegas Tuchel.

Piala Dunia nanti akan digelar di AS, Kanada, dan Meksiko mulai 11 Juni hingga 19 Juli. Sebelumnya, Inggris masih akan menjalani laga persahabatan melawan Selandia Baru dan Kosta Rika pada bulan Juni.

Di panggung utama, mereka akan memulai perjalanan melawan Kroasia pada 17 Juni. Lalu, dua laga berikutnya adalah menghadapi Ghana tanggal 23 Juni, dan Panama pada 27 Juni.

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar