Mensos Apresiasi Trenggalek atas Komitmen Data dan Sekolah Rakyat

- Minggu, 29 Maret 2026 | 21:15 WIB
Mensos Apresiasi Trenggalek atas Komitmen Data dan Sekolah Rakyat

Jakarta - Kabupaten Trenggalek mendapat apresiasi langsung dari Menteri Sosial, Saifullah Yusuf. Menurut Gus Ipul sapaan akrabnya daerah ini dinilai sangat aktif mendukung program-program prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Dua hal yang disoroti adalah komitmen mereka dalam pemutakhiran Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) dan pembangunan Sekolah Rakyat, baik yang masih berupa rintisan maupun yang permanen.

Ucapan itu disampaikan Gus Ipul Minggu lalu (29/3), dalam sebuah acara bertajuk 'Kolaborasi Program Prioritas Presiden' yang digelar di Pendopo Manggala Praja Nugraha, Trenggalek, Jawa Timur. Acara itu sendiri berfokus pada upaya membangun SDM menuju kemandirian ekonomi.

"Saya berterima kasih karena Kabupaten Trenggalek termasuk yang sangat peduli terhadap data," ujar Gus Ipul.

Dia melanjutkan, "Sudah ada mekanisme yang dibuat, upaya-upaya nyata untuk menghadirkan data yang akurat. Tapi memang, kita masih perlu mempertajam lagi supaya datanya ini seragam, baik di pusat, provinsi, maupun daerah."

Kedatangan Mensos ternyata disambut meriah dengan beragam penampilan. Siswa dari SRT 50 Trenggalek dan para pendamping PKH unjuk kebolehan. Ada drama, pidato tiga bahasa Arab, Inggris, Jepang lalu paduan suara, dan tak ketinggalan pembacaan puisi.

Yang menarik, salah satu pembaca puisi adalah Fadhilla Anggraini Nur Hidayah. Konon, awal masuk Sekolah Rakyat dulu, ia masih pemalu dan kurang percaya diri. Tapi di hari itu, Fadhilla tampil penuh keyakinan di hadapan publik Trenggalek.

"Tadi baca puisi kamu bagus sekali," puji Gus Ipul saat berbincang langsung dengan Fadhilla.

Menurut Gus Ipul, Fadhilla adalah bukti nyata. Data yang akurat bisa menjangkau mereka yang sering terlewat, kelompok yang kerap disebut 'the invisible people'. Karena itu, dia mengajak seluruh jajaran Pemda Trenggalek untuk terus memperbarui data. Tujuannya jelas: agar program pengentasan kemiskinan Presiden Prabowo benar-benar tepat sasaran.

"Maka itu Presiden menerbitkan Inpres No. 4 Tahun 2025 tentang DTSEN. Jadi tidak ada lagi lembaga selain BPS yang mengelola data. Kami di Kemensos tugasnya membantu pemutakhiran," jelasnya.

Dia menambahkan, "Nah, saya bersama Pak Bupati ingin melakukan satu langkah yang sistematis, terkoordinasi dalam rangka pemutakhiran."

Di sisi lain, Trenggalek juga disebut sebagai salah satu pengusul paling aktif untuk pembangunan Sekolah Rakyat. Saat ini, selain SRT 50 Trenggalek yang masih berstatus rintisan, juga sedang berjalan proses pembangunan Sekolah Rakyat permanen.

"Sekarang sudah masuk salah satu dari 104 titik yang dibangun tahap pertama. Semuanya sedang dalam proses, dan Trenggalek termasuk di dalamnya," imbuh Gus Ipul.

Dalam kesempatan yang sama, Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin membeberkan, sejak 2016 daerahnya punya program bernama Posko GERTAK (Gerakan Tengok Bawah Masalah Kemiskinan). Fokusnya salah satunya adalah menjaga data agar selalu mutakhir.

"Sekarang PR-nya bagaimana data itu nanti bisa terintegrasi dengan pusat, dalam hal ini melalui BPS. Kita sudah berbicara dengan BPS," kata Arifin.

Dia punya ide, "Nanti kalau perlu, salah satu petugas BPS yang memang mengurusi masalah itu kita tempatkan di Posko GERTAK. Jadi sistemnya langsung inline."

Arifin juga menyampaikan, berbagai program Kementerian Sosial sekarang sudah bisa dirasakan langsung warga Trenggalek. Sekolah Rakyat adalah salah satu contohnya.

Acara hari itu dihadiri sekitar 696 orang. Terdiri dari kepala desa, operator data desa, pilar-pilar sosial, plus orang tua, siswa, guru, serta tenaga kependidikan di SRT 50 Trenggalek. Suasana terlihat cukup semarak, menandai kolaborasi yang digaungkan.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar