Meski benturannya terlihat keras, ada kabar baik yang bisa sedikit meredakan kecemasan. Dari pantauan di lokasi, Veda terlihat bisa berjalan sendiri menuju paddock setelah kejadian. Wajahnya mungkin masih tegang, tapi setidaknya ia bisa bergerak.
Tak lama kemudian, timnya memberikan konfirmasi resmi lewat media sosial. Mereka ingin menenangkan para penggemar yang sudah khawatir setengah mati.
"Veda terjatuh! Highside di Tikungan 11. Untungnya, Veda baik-baik saja," begitu bunyi postingan Instagram resmi Honda Team Asia.
Beberapa rekaman juga menunjukkan Veda sudah bisa berdiskusi dengan kru timnya. Itu adalah tanda yang melegakan, menunjukkan bahwa ia tidak mengalami cedera serius yang butuh tindakan medis darurat.
Momentum yang Terpaksa Terhenti
Hasil ini tentu pahit, apalagi melihat tren positif Veda di awal musim 2026. Di dua seri sebelumnya, ia tampil gemilang. Finis kelima di Thailand, lalu naik podium ketiga yang bersejarah di Brasil. Performanya sedang memanas.
Gagal meraih poin di Amerika Serikat jelas jadi tamparan. Ia pasti punya pekerjaan rumah untuk dievaluasi sebelum seri berikutnya. Tapi, jangan salah. Kecepatan yang ia tunjukkan sebelum jatuh membuktikan satu hal: Veda Ega Pratama tetaplah ancaman nyata bagi para rivalnya di Moto3 tahun ini. Jatuh bangun memang biasa dalam dunia balap. Yang penting, sang pembalap sudah kembali berdiri.
Artikel Terkait
Liverpool Incar Maxence Lacroix, Bek Tercepat Premier League
Veda Ega Pratama Gagal Finis di COTA, Tapi Tunjukkan Mental Juara
Final FIFA Series 2026: Duel Gaya Italia dan Ajang Pembuktian Jay Idzes
Herdman Bela Sananta: Kritik di Media Sosial Tidak Pantas