Namun begitu, podium di Brasil telah membuka sesuatu. Keyakinan. Peluang itu kini terlihat lebih nyata dan terbuka lebar.
Pengakuan jujur itu diikuti dengan tekad yang mengeras. Hasil tadi membuktikan dia mampu bertarung di level teratas. Tapi Veda bukan tipe yang cepat puas. Daripada terbuai, dia memilih untuk memikirkan langkah selanjutnya. Adaptasi adalah kuncinya.
Modalnya sekarang ada dua: podium perdana yang manis, dan kepercayaan diri yang melambung. Dengan kombinasi itu, siapa yang bisa menebak? Veda Ega Pratama berpotensi kembali menciptakan kejutan di CoTA. Tentu, semua bergantung pada konsistensi dan seberapa cepat dia bisa memahami karakter lintasan barunya yang legendaris itu.
Artikel Terkait
Hargreaves Sarankan Liverpool Rekrut Michael Olise untuk Gantikan Mohamed Salah
Tim Geypens Masuk Skuad, Dean James Dicoret Jelang FIFA Series
Zulfahmi Khairuddin: Level Hakim Danish Tak Kalah dengan Veda Ega Pratama
Hiroshi Aoyama Puji Comeback Fantastis Veda Ega Pratama di Moto3 Brasil