5 Bandara Siluman Jokowi: Investasi Triliunan Rupiah yang Kini Jadi Kota Mati

- Minggu, 26 Oktober 2025 | 06:50 WIB
5 Bandara Siluman Jokowi: Investasi Triliunan Rupiah yang Kini Jadi Kota Mati

5 Bandara di Era Jokowi yang Kini Sepi dan Terbengkalai

Pembangunan infrastruktur udara di Indonesia mengalami percepatan pesat di bawah pemerintahan Presiden Joko Widodo. Banyak bandara baru dibangun dengan fasilitas modern dan desain megah, tersebar dari Jawa hingga pelosok Nusantara.

Namun, di balik kemegahan infrastruktur ini, terdapat masalah serius. Banyak bandara justru menghadapi kondisi sepi dan minim aktivitas penerbangan. Menurut Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (IPK) Agus Harimurti Yudhoyono, akar masalahnya terletak pada lokasi bandara yang tidak didukung konektivitas memadai.

Kondisi ini membuat masyarakat lebih memilih moda transportasi lain yang lebih efisien dan terjangkau. Persoalan ini semakin krusial mengingat sebagian besar bandara dibangun dengan investasi besar, baik dari APBN maupun swasta. Tanpa perencanaan transportasi terpadu, bandara-bandara ini berisiko menjadi beban pembangunan jangka panjang.

Daftar Bandara Sepi dan Terbengkalai di Indonesia

1. Bandara Wiriadinata Tasikmalaya

Bandara yang diresmikan tahun 2017 ini dibangun dengan anggaran Rp30 miliar. Meski awalnya diharapkan dapat mendongkrak ekonomi daerah, bandara ini kini terbengkalai setelah maskapai satu per satu menghentikan rutenya.

2. Bandara Internasional Kertajati Majalengka

Bandara kebanggaan warga Majalengka yang diresmikan tahun 2018 ini menelan investasi Rp2,6 triliun dari APBN. Sayangnya, bandara ini kini sepi akibat rendahnya okupansi penumpang.

3. Bandara JB Soedirman Purbalingga

Dibangun dengan investasi Rp350 miliar dan diresmikan tahun 2019, bandara ini sudah tidak melayani penerbangan komersial sama sekali sejak akhir 2024.

4. Bandara Ngloram Blora

Bandara yang diresmikan tahun 2021 dengan dana APBN Rp132 miliar ini sempat digadang-gadang untuk mendukung industri migas di sekitar Blora dan Bojonegoro. Namun, kini bandara tersebut tidak lagi beroperasi.

5. Bandara Dhoho Kediri

Bandara yang dibangun dengan dana swasta Rp12 triliun dari PT Gudang Garam Tbk ini diresmikan pada Oktober 2024. Meski masih beroperasi, bandara ini mengalami kondisi sepi akibat minimnya rute penerbangan dan harga tiket yang mahal.

Fenomena bandara sepi ini menjadi pelajaran berharga bahwa pembangunan infrastruktur tidak hanya tentang kemegahan fisik, tetapi juga memerlukan perencanaan matang dan dukungan transportasi pendukung yang memadai. Hal ini penting agar investasi besar negara tidak berakhir sia-sia.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar