5 Bandara di Era Jokowi yang Kini Sepi dan Terbengkalai
Pembangunan infrastruktur udara di Indonesia mengalami percepatan pesat di bawah pemerintahan Presiden Joko Widodo. Banyak bandara baru dibangun dengan fasilitas modern dan desain megah, tersebar dari Jawa hingga pelosok Nusantara.
Namun, di balik kemegahan infrastruktur ini, terdapat masalah serius. Banyak bandara justru menghadapi kondisi sepi dan minim aktivitas penerbangan. Menurut Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (IPK) Agus Harimurti Yudhoyono, akar masalahnya terletak pada lokasi bandara yang tidak didukung konektivitas memadai.
Kondisi ini membuat masyarakat lebih memilih moda transportasi lain yang lebih efisien dan terjangkau. Persoalan ini semakin krusial mengingat sebagian besar bandara dibangun dengan investasi besar, baik dari APBN maupun swasta. Tanpa perencanaan transportasi terpadu, bandara-bandara ini berisiko menjadi beban pembangunan jangka panjang.
Daftar Bandara Sepi dan Terbengkalai di Indonesia
1. Bandara Wiriadinata Tasikmalaya
Bandara yang diresmikan tahun 2017 ini dibangun dengan anggaran Rp30 miliar. Meski awalnya diharapkan dapat mendongkrak ekonomi daerah, bandara ini kini terbengkalai setelah maskapai satu per satu menghentikan rutenya.
2. Bandara Internasional Kertajati Majalengka
Bandara kebanggaan warga Majalengka yang diresmikan tahun 2018 ini menelan investasi Rp2,6 triliun dari APBN. Sayangnya, bandara ini kini sepi akibat rendahnya okupansi penumpang.
3. Bandara JB Soedirman Purbalingga
Dibangun dengan investasi Rp350 miliar dan diresmikan tahun 2019, bandara ini sudah tidak melayani penerbangan komersial sama sekali sejak akhir 2024.
4. Bandara Ngloram Blora
Bandara yang diresmikan tahun 2021 dengan dana APBN Rp132 miliar ini sempat digadang-gadang untuk mendukung industri migas di sekitar Blora dan Bojonegoro. Namun, kini bandara tersebut tidak lagi beroperasi.
5. Bandara Dhoho Kediri
Bandara yang dibangun dengan dana swasta Rp12 triliun dari PT Gudang Garam Tbk ini diresmikan pada Oktober 2024. Meski masih beroperasi, bandara ini mengalami kondisi sepi akibat minimnya rute penerbangan dan harga tiket yang mahal.
Fenomena bandara sepi ini menjadi pelajaran berharga bahwa pembangunan infrastruktur tidak hanya tentang kemegahan fisik, tetapi juga memerlukan perencanaan matang dan dukungan transportasi pendukung yang memadai. Hal ini penting agar investasi besar negara tidak berakhir sia-sia.
Artikel Terkait
Kapolri Mutasi Sejumlah Perwira Tinggi, Kombes Komarudin Naik Jadi Brigjen Jabat Karowabprof Divpropam
Torino Comeback Taklukkan Sassuolo 2-1, Jaga Asa ke Eropa
Al Hilal Juarai King’s Cup 2026 Usai Taklukkan Al Kholood 2-1
Polisi Selidiki Kebakaran Hanguskan Bekas Puskesmas di Lombok Timur