JAKARTA – Dua seri awal Moto3 2026 sudah usai, dan duel Asia kembali jadi perbincangan hangat. Kali ini, sorotan tertuju pada Veda Ega Pratama dari Indonesia dan Hakim Danish dari Malaysia. Danish, harus diakui, dua kali kalah telak dari sang rival. Tapi yang menarik, justru pembalap Malaysia itu sendiri tampak puas dengan apa yang sudah dilakukannya.
Balapan terakhir Minggu lalu (22/3) berakhir dengan Danish di posisi kesepuluh. Padahal, start-nya dari grid ketiga. Sebuah peluang emas untuk podium, tapi gagal diraih. Lomba sendiri berjalan cukup aneh, harus di-start ulang dua kali. Situasi chaos seperti itu sayangnya tak bisa dimanfaatkan dengan baik oleh pembalap tim Frinsa MT Helmets MSI itu.
Namun begitu, Danish yang berusia 18 tahun itu punya cara pandang lain. Ia melihat ada kemajuan yang cukup berarti dibanding seri pembuka di Thailand.
“Secara keseluruhan, pekan ini cukup baik buat saya,” ujarnya, menilai performanya.
“Banyak peningkatan yang bisa saya petik. Finis di posisi 10, tapi sebenarnya saya merasa bisa dapat hasil lebih bagus. Intinya, motivasi ini harus dijaga untuk balapan di Austin nanti,” tambah Danish.
Memang, jika dibandingkan hasil ke-18 di Thailand, finis ke-10 di Brasil jelas sebuah lompatan. Danish mulai menunjukkan taringnya di papan tengah, meski masih jauh dari kata dominan.
Artikel Terkait
Chelsea Siap Tawar €40 Juta untuk Bek AC Milan, Strahinja Pavlovic
PSG Minta Penundaan Laga Lawan Lens, Klub Pesaing Tolak Tegas
Dari Pasar Sapi ke Podium Moto3: Perjalanan Veda Ega Pratama
Borneo FC Terancam Kehilangan Dua Bintang Andalan ke Persija dan Persib