Menit-menit terakhir jadi miliknya. Waktunya dipangkas terus: dari 1:26.786, turun lagi ke 1:26.406. Cukup untuk mengamankan posisi keempat di grid, cuma selisih 0.265 detik dari pole.
Selisih tipis. Tapi itulah garis antara peluang dan risiko.
Yang bikin penampilannya menarik ya itu tadi. Di barisan depan, cuma dia satu-satunya Honda. Di tengah dominasi KTM, posisinya ibarat perlawanan kecil. Sunyi, tapi nyata.
Sebenarnya, sejak latihan, Veda sudah merasa cukup nyaman dengan karakter trek baru Goiânia ini. Meski masih ada catatan di beberapa sektor, itu pertanda ia paham batasannya dan tahu kapan harus mendorong lebih keras.
Di sisi lain, di kelas Moto2, pembalap Indonesia lain, Mario Suryo Aji, juga jalani tantangannya sendiri. Ia hadapi penundaan serupa, tapi bisa pertahankan konsistensi dan amankan tiket ke Q2. Sinyalnya jelas: generasi ini nggak cuma datang sebagai pelengkap.
Malam ini, balapan akan bergulir. Moto3 start pukul 22.00 WIB, dilanjut Moto2 pukul 23.15 WIB, dan puncaknya MotoGP jam 01.00 dini hari nanti. Jadwal padat, tapi satu benang merahnya: harapan.
Buat Veda, start dari posisi keempat ini bukan garis awal biasa. Ini titik temu antara peluang dan tekanan berat. Di depan, KTM-KTM itu akan melesat dengan percaya diri. Dari belakang, ancaman selalu ada.
Lalu, pertanyaannya: sejauh apa seorang pembalap muda bisa mengalahkan situasi yang nggak sepenuhnya berpihak?
Balapan belum mulai. Tapi ceritanya, sudah berjalan dari sekarang.
Artikel Terkait
Marco Bezzecchi Raih Kemenangan Dominan di MotoGP Brasil 2026
Veda Ega Pratama Ukir Sejarah, Podium Perdana Indonesia di Moto3 Brasil
Veda Ega Pratama Ukir Sejarah, Pembalap Indonesia Pertama Naik Podium MotoGP
Mario Suryo Aji Akhirnya Kantongi Poin Pertama di Moto2 2026