Strateginya sederhana tapi efektif: manfaatkan slipstream. Di sirkuit yang panjang dan berpotensi untuk berduel ketat, teknik menempel di belakang pembalap depan untuk kemudian menyalip menjadi krusial.
"Karena red flag, jumlah lap kita jadi terbatas. Makanya setiap putaran harus benar-benar dipakai," jelasnya.
"Di lap terakhir, saya berhasil nempel ke depan. Slipstream itu yang bantu saya naikin waktu dan akhirnya dapat grid empat."
Nah, dengan posisi start yang bagus ini, Veda jelas punya modal kuat. Balapan utama nanti akan jadi ujian sesungguhnya bagaimana ia mempertahankan posisi, bahkan mungkin menyerang podium.
"Start dari posisi empat itu hasil yang sangat bagus," katanya penuh semangat.
"Sekarang saya cuma nunggu balapan. Pasti akan saya usahakan yang terbaik."
Semua mata kini tertuju pada pembalap 17 tahun itu. Bisakah ia mengubah start terbaiknya menjadi hasil finis terbaik? Kita tunggu saja aksi di lintasan.
Artikel Terkait
Veda Ega Pratama Start Posisi Keempat di Tengah Dominasi KTM di Moto3 Brasil
NAC Breda Protes Kemenangan Go Ahead Eagles, Persoalkan Status Kewarganegaraan Dean James
PSG Hajar Nice 4-0 dan Kembali ke Puncak Klasemen Ligue 1
AC Milan Kalahkan Torino 3-2, Juventus Tertahan Imbang Sassuolo