Di jalur Cianjur-Bandung, pemandangan itu masih kerap ditemui: mobil bak terbuka penuh sesak dengan orang-orang yang sedang mudik. Mereka umumnya adalah pemudik lokal, yang memilih cara sederhana untuk pulang kampung.
Kondisi di dalam bak pun beragam. Ada yang sudah mempersiapkan diri dengan alas tikar atau kasur lantai, tapi tak sedikit juga yang duduk langsung di atas besi. Perjalanan panjang di bawah terik matahari dan terpaan angin langsung bukan halangan. Justru, raut wajah mereka terlihat menikmati momen kebersamaan ini, meski harus ekstra sabar menghadapi kemacetan yang kerap terjadi di ruas jalan tersebut. Memang, pada H 1 Lebaran ini, kendaraan bermuatan pemudik lokal seperti inilah yang mendominasi arus lalu lintas.
Di salah satu minimarket di kawasan Rajamandala, Bandung Barat, Ukar (57) berhenti sejenak. Pria asal Ciranjang ini bersama keluarga besarnya sedang dalam perjalanan menggunakan mobil bak terbuka miliknya. Tujuannya adalah untuk bersilaturahmi ke rumah saudara di Tagog Apu, Padalarang.
"Ini sehari-hari mobilnya buat angkut sayur," ujar Ukar, ditemui Minggu (22/3/2026). "Nah, kalau lebaran, ya dimanfaatkan buat silaturahmi ke rumah keluarga istri di Tagog Apu."
Ukar mengakui, pilihan itu diambil karena dia tidak punya mobil tertutup seperti minibus. Tapi baginya, jarak tempuh yang relatif dekat membuat penggunaan mobil bak terbuka tidak terlalu jadi masalah. Yang penting, semua bisa terangkut.
"Pakai ini, sekeluarga yang 15 orang bisa masuk semua. Kalau pakai mobil lain seperti kijang atau carry, harus dua kali trip," tuturnya.
Faktor biaya juga jadi pertimbangan utama. Ukar menghitung, ongkos bensin untuk perjalanan ini tidak sampai seratus ribu rupiah.
"Bensinnya nggak sampai Rp 100 ribu. Jadi kalau ada uang lebih, lumayan buat ngopi atau makan siang bareng keluarga," lanjutnya sambil tersenyum.
Begitulah ceritanya. Di balik risiko dan ketidaknyamanan, ada cerita kepraktisan dan kehematan yang menjadi alasan kuat bagi banyak keluarga seperti Ukar. Mereka memilih untuk berkumpul, dengan cara apa pun yang mereka bisa.
Artikel Terkait
China Desak Iran dan AS Segera Buka Kembali Selat Hormuz serta Hentikan Seluruh Permusuhan di Timur Tengah
China Desak Iran dan AS Hentikan Permusuhan di Timur Tengah dan Buka Kembali Selat Hormuz
Hubungan Merz-Trump Retak Akibat Perang Iran: AS Tarik 5.000 Tentara dari Jerman
BNN Lantik 3.717 Pelajar dan Guru di Jakarta Sebagai Duta Anti Narkoba