Jakarta lagi-lagi disengat cuaca panas. Bukan cuma gerah, kondisi ini ternyata bisa bikin tubuh kita krisis cairan alias dehidrasi. Makanya, jangan sepelekan rasa haus. Minum air putih harus jadi prioritas.
Menurut pantauan BMKG, suhu udara di sejumlah wilayah bisa mencapai 34 hingga 36 derajat Celsius. Ini memang puncak musim panas. Penyebabnya, antara lain, fenomena gerak semu Matahari yang pada 21-23 Maret lalu tepat berada di atas garis khatulistiwa. Akibatnya, panasnya terasa lebih menyengat.
Ditambah lagi, langit seringkali bersih dari awan. Minimnya tutupan awan itu bikin terik matahari siang makin jadi-jadian. Bagi yang mobilitasnya tinggi di luar ruangan, tubuh pasti lebih gampang kehilangan cairan.
Lalu, seberapa banyak sih seharusnya kita minum? Kemenkes punya anjuran standar delapan gelas sehari untuk orang dewasa. Tapi saat panas terik atau aktivitas lagi padat, jumlah itu harus ditambah. Jangan tunggu haus.
Air putih tetaplah pilihan terbaik. Ia menggantikan cairan tanpa beban tambahan gula atau pengawet yang justru memberatkan kerja tubuh.
Nah, pertanyaannya, gimana kita tahu tubuh sudah mulai dehidrasi? Ada beberapa tanda yang perlu dicermati.
Mengacu pada WHO dan Mayo Clinic, ciri-cirinya antara lain rasa haus yang berlebihan, mulut dan bibir terasa kering. Urine juga bisa jadi petunjuk; warnanya lebih gelap dan volumenya sedikit. Tubuh lemas, pusing, dan kulit kering juga gejala umum.
Pada kondisi yang lebih parah, detak jantung bisa jadi cepat dan muncul rasa kebingungan. Kalau tanda-tanda ini muncul, artinya tubuh sudah memberi alarm. Jangan diabaikan.
Dampak dehidrasi nggak main-main. Kalau dibiarkan, bisa timbul masalah kesehatan yang lebih serius. Ginjal bisa terganggu fungsinya, risiko infeksi saluran kemih meningkat, tekanan darah turun drastis.
Yang paling berbahaya di cuaca panas seperti ini adalah heat exhaustion atau kelelahan panas, dan bisa berlanjut ke heat stroke yang mengancam nyawa.
Makanya, menjaga hidrasi itu langkah sederhana tapi krusial banget saat ini.
Selain rajin minum, ada beberapa tips lain yang bisa diterapkan. Coba hindari dulu aktivitas berat di jam-jam terik, sekitar siang sampai sore. Pakailah baju berbahan katun yang nyaman dan menyerap keringat.
Jangan lupa lindungi kulit dari sengatan matahari langsung. Dan, selingi dengan konsumsi buah-buahan yang kaya air, seperti semangka atau jeruk. Segar, kan?
Dengan langkah-langkah sederhana itu, risiko dehidrasi dan efek buruk cuaca panas bisa kita tekan. Stay safe and keep hydrated!
Artikel Terkait
Ahmad Dhani Bekali Shafeea Hadapi Hujatan Warganet: Jangan Peduli yang Dungu
Fox Sports Buka Lowongan ‘Chief World Cup Watcher’ dengan Bayaran Rp870 Juta untuk Tonton 104 Pertandingan
Erin Taulany Bantah Aniaya ART, Herawati Laporkan Dugaan Pencekikan hingga Gaji Rp3 Juta Tak Dibayar
Polda Metro Jaya Perpanjang Penahanan Richard Lee 30 Hari, Bantah Isu Penangguhan