Veda Ega Pratama baru saja mencatatkan sejarah kecil. Di sesi kualifikasi Moto3 Brasil, pembalap muda asal Gunungkidul itu berhasil meraih start terbaiknya sepanjang karier Grand Prix posisi keempat di grid. Sebuah pencapaian yang tentu saja manis, sekaligus modal berharga jelang balapan utama.
Padahal, hari itu tak mudah. Sesi kualifikasi sempat tertunda cukup lama karena ada kerusakan di sirkuit. Jadwal pun molor, membuat para pembalap harus ekstra sabar. Tapi rupanya, Veda justru bisa mengolah kondisi tak menentu itu menjadi momentum.
Ia tampil jauh lebih baik ketimbang performa di hari sebelumnya, bahkan dibanding sesi latihan pagi Sabtu.
"Hari ini memang panjang banget, gara-gara sirkuit rusak dan kita harus nunggu," ujar Veda lewat rilis resmi Honda Team Asia.
"Tapi akhirnya, situasi kita justru lebih bagus. Dibandingin kemarin atau pagi tadi, saya rasa kita ada di jalur yang benar."
Posisi keempat itu bukan datang begitu saja. Veda mengaku, kunci utamanya adalah rasa nyaman di atas motor dan kepercayaan diri yang terjaga sepanjang sesi. Saat peluang datang, ia siap memaksimalkannya.
Slipstream Jadi Senjata Andalan
Sebelum Brasil, nama Veda sebenarnya sudah mulai mencuat. Di Thailand, ia jadi rookie terbaik sekaligus pembalap Honda tercepat, dengan finis di posisi kelima. Kini, dengan start dari baris kedua, harapannya tentu lebih besar.
Artikel Terkait
Veda Ega Pratama Start Posisi Keempat di Tengah Dominasi KTM di Moto3 Brasil
NAC Breda Protes Kemenangan Go Ahead Eagles, Persoalkan Status Kewarganegaraan Dean James
PSG Hajar Nice 4-0 dan Kembali ke Puncak Klasemen Ligue 1
AC Milan Kalahkan Torino 3-2, Juventus Tertahan Imbang Sassuolo