"Jelas, saya kecewa. Sedih, pastinya. Tapi saya tetap fokus. Hari demi hari, latihan demi latihan. Kita akan sampai juga ke tujuan. Masih ada seleksi final nanti," katanya mencoba meyakinkan diri.
Neymar paham betul. Posisinya di timnas kini bukan lagi sesuatu yang given. Keinginannya besar, tentu saja: memimpin Brasil meraih gelar keenam. Tapi keputusan akhir, ia akui, sepenuhnya ada di tangan para pelatih.
"Ingin kembali ke timnas? Mau main di Piala Dunia? Tentu saja. Tapi itu nggak tergantung saya," ucapnya lugas.
"Itu hak staf pelatih untuk memutuskan. Dan yang pasti, ada saya di sana atau tidak, saya akan selalu dukung timnas Brasil."
Waktu terus bergulir. Tanggal 19 Mei, saat skuad final diumumkan, semakin dekat. Tantangan Neymar kini berlapis: membuktikan diri pada Ancelotti, sekaligus mengangkat performa Santos yang lagi terpuruk.
Klub kebanggaannya itu cuma menang sekali dalam enam laga terakhir, tercecer di peringkat 14 Serie A. Pertandingan selanjutnya melawan Internacional jadi ajang pembuktian berikutnya. Di sisi lain, Brasil akan uji coba melawan Prancis dan Kroasia bulan depan tanpa kehadiran Neymar di lapangan.
Jalannya masih panjang. Dan bagi Neymar, setiap pertandingan sekarang adalah final.
Artikel Terkait
PSM Makassar Cabut Sanksi, Imbau Pemain Jaga Berat Badan Saat Libur Lebaran
Persib Bandung Luncurkan Koleksi Streetwear Eksklusif Kolaborasi dengan Brand Inggris
Arbeloa Soroti Strategi Bertahan Madrid Hadapi Haaland di Etihad
Persija Jakarta Siap Lepas Dua Pemain Asing Usai Musim 2025/2026