Ini jelas momentum besar untuk voli Indonesia. Menyelenggarakan turnamen sebesar ini di luar ibu kota punya arti penting. Bisa dibilang, ini langkah strategis untuk pemerataan perkembangan olahraga dan membangun ekosistem yang lebih sehat secara nasional.
Pipit Rismanto, sang Manajer Bhayangkara Presisi, tak menyembunyikan kebanggaannya. Menurutnya, kerja keras para atlet selama ini yang membuka pintu lebar-lebar bagi Indonesia.
Erick Thohir juga angkat bicara. Menpora menekankan soal pentingnya menjaga standar penyelenggaraan yang berkelas internasional. Hal itu, katanya, kunci untuk meningkatkan daya saing olahraga Indonesia di mata dunia.
Sementara itu, dari kubu AVC, Ramon Suzara memberikan apresiasi. Dia melihat komitmen Indonesia dalam mengembangkan voli sangat serius.
Kesiapan infrastruktur dan ekosistem yang tumbuh di sini, menurut Suzara, menjadikan Indonesia mitra yang penting bagi kemajuan bola voli Asia.
Pada akhirnya, penyelenggaraan AVC Champions League 2026 di Pontianak ini lebih dari sekadar turnamen. Ini adalah bukti nyata perkembangan ekosistem olahraga kita. Dengan dukungan semua pihak pemerintah, federasi, sponsor, dan tentu saja suporter Indonesia bertekad menghadirkan sebuah perhelatan yang berkualitas tinggi dan berkesan.
Artikel Terkait
Indonesia Gagal Bawa Pulang Gelar dari Swiss Open 2026
PSM Makassar Terancam Degradasi, Dua Laga Krusial Jadi Penentu Nasib
Alwi Farhan Gagal Juara Swiss Open, Indonesia Pulang Tanpa Gelar
Bruno Gomes Bangkit, Persis Solo Hajar Bali United 3-0