Manchester Tekanan itu nyata. Di ruang konferensi, Pep Guardiola tak menyembunyikannya: laga kontra West Ham akhir pekan ini adalah pertarungan hidup dan mati bagi Manchester City. Kehilangan poin? Itu bisa jadi tamat riwayat bagi impian mereka merengkuh gelar juara.
Memang, suasana di klub belum sepenuhnya pulih. Di tengah pekan, City diterpa badai di Bernabéu. Kekalahan telak 3-0 dari Real Madrid di Liga Champions jelas sebuah pukulan yang berat. Namun begitu, mereka tak punya waktu berlama-lama berduka.
Fokus harus segera dialihkan. Ada misi yang lebih mendesak: menjaga asa di Liga Premier. Arsenal sudah melesat tujuh poin di depan. Sabtu nanti, City akan menjamu West Ham sebuah tim yang sedang tercekik di zona degradasi. Laga ini bukan main-main.
Guardiola sendiri mengakui, jadwal mereka sangat kejam. Setelah West Ham, hanya selang beberapa hari, mereka harus membalikkan keadaan di leg kedua Liga Champions. Tapi, begitulah hidup di puncak.
"Besok malam kita punya pertandingan penting untuk posisi Liga Premier. Baru setelah itu, kita pikirkan leg kedua,"
"Kita sudah terbiasa, kan? Bertahun-tahun menghadapi situasi begini. Sekarang, fokus hanya untuk West Ham. Mainkan dulu pertandingan yang ada, nanti hasilnya yang menentukan peluang kita,"
"Kita tak punya banyak 'tabungan'. Tapi kita lihat saja nanti hari Selasa (Rabu). Yang jelas, Liga Premier tetap gelar paling sulit. Kami masih bertahan. Dan kami tahu, kalau sampai poin terbuang, semuanya berakhir."
Pesannya jelas. Di Etihad nanti, hanya kemenangan yang bisa diterima. Semuanya dipertaruhkan.
Artikel Terkait
Herdman Bangun Tembok Udara dengan Kembalinya Baggott ke Timnas Indonesia
Persib Buka Suara Soal Isu Investasi Rp1,5 Triliun dari Jerman
Persib Kejar Gelar, Persebaya dan PSM Berjuang di Jalur Berbeda Jelang Akhir Musim
Juventus Incar Emiliano Martinez, Kiper Aston Villa, untuk Perkuat Mistar Gawang