Di markas besar PBB di New York, suasana tampak tegang. Dewan Keamanan yang beranggotakan 15 negara itu baru saja menggelar pertemuan penting pada Senin (5/1) waktu setempat. Pertemuan ini digelar hanya beberapa jam sebelum Presiden Venezuela, Nicolas Maduro, menghadapi sidang pengadilan federal Manhattan atas tuduhan konspirasi narkoterorisme sebuah dakwaan yang ia bantah keras.
Antonio Guterres, Sekjen PBB, menyuarakan kegelisahannya. Kekhawatiran itu ia sampaikan lewat pernyataan resmi yang dibacakan oleh kepala urusan politik PBB, Rosemary DiCarlo.
"Saya sangat prihatin tentang kemungkinan peningkatan ketidakstabilan di negara tersebut," kata Guterres, seperti dilansir AFP, Selasa (6/1/2026).
Ia tak hanya memikirkan Venezuela. Guterres juga khawatir soal dampak gelombang ketidakstabilan yang bisa menjalar ke kawasan, bahkan preseden buruk yang mungkin tercipta dalam tata hubungan antarnegara. Menurutnya, jalan keluar terbaik adalah lewat dialog.
"Saya menyambut baik dan siap mendukung semua upaya yang dimaksudkan untuk membantu warga Venezuela menemukan jalan damai ke depan," ucapnya, seraya menyerukan semua pemain politik di sana untuk terlibat dalam dialog yang inklusif dan demokratis.
Namun begitu, fokus perhatiannya juga tertuju pada satu peristiwa spesifik: operasi militer AS yang menangkap Maduro di Caracas pada Sabtu (3/1) dini hari. Guterres menyoroti bahwa aksi itu dinilainya tidak menghormati aturan hukum internasional.
"Saya secara konsisten menekankan pentingnya penghormatan penuh, oleh semua pihak, terhadap hukum internasional," tegasnya. Piagam PBB, baginya, adalah landasan utama yang tak boleh diabaikan.
Keprihatinannya itu ia ulangi dengan nada yang sama. Seperti dilaporkan Anadolu Agency, Guterres menyatakan, "Saya tetap sangat prihatin bahwa aturan hukum internasional belum dihormati sehubungan dengan aksi militer 3 Januari."
Pernyataannya itu menggantung di ruang sidang. Sebuah peringatan sekaligus harapan, di tengah situasi yang makin rumit.
Artikel Terkait
Muzani Nilai Usulan Parliamentary Threshold 7% Terlalu Tinggi
Anggota DPR Desak Penarikan Brimob dari Urusan Langsung dengan Masyarakat
Festival Imlek Nasional Dibuka di Lapangan Banteng, Tawarkan Cek Kesehatan Gratis
KAI Daop 6 Yogyakarta Buka Pemesanan Tiket Mudik Lebaran 2026 dengan Diskon 30%