Pendapat serupa datang dari Joaquin. Menurutnya, permainan mereka terasa tidak stabil sepanjang pertandingan. Awalnya sih oke, tapi konsentrasi buyar begitu memasuki babak pertengahan hingga penutupan gim. "Itu harus jadi bahan evaluasi buat kami," tandasnya.
Tak cuma itu, Joaquin juga mengungkap kendala fisik ringan. Kakinya mengalami kapalan yang cukup mengganggu pergerakan di lapangan. Tapi, dia enggan menjadikannya alasan. "Kondisi kami sebenarnya masih aman. Kapalan itu mengganggu, iya, tapi bukan penyebab utama. Kami memang kalah dan kami akui itu," kata Joaquin lugas.
Dengan tersingkirnya mereka dari Swiss Open, perhatian kini beralih ke turnamen berikutnya. Raymond dan Joaquin akan segera terbang ke Prancis untuk tampil di Orleans Masters 2026, yang digelar 17-22 Maret mendatang.
Turnamen di Palais des Sports, Orleans, itu menjadi kesempatan penting untuk membenahi kesalahan dan bangkit. Joaquin berharap mereka bisa tampil lebih baik. "Setelah ini, yang penting jaga kondisi. Turnamen berikutnya kan masih minggu depan. Power harus tetap dijaga. Semoga hasil di Orleans nanti lebih memuaskan," pungkasnya penuh harap.
Artikel Terkait
Kiper Maarten Paes Dihujani Kritik, Peran Jordi Cruyff di Transfer Ajax Disorot
Nasib Tragis Wakil Inggris di Liga Champions: Enam Tim Raih Hanya Dua Poin
Aston Villa Hadapi Ujian Berat di Lille di Tengah Momentum Buruk
Havertz Selamatkan Arsenal dari Kekalahan di Kandang Leverkusen