Di sisi lain, kekecewaan terpancar jelas dari kubu tamu. Arne Slot, pelatih Liverpool, tampak tak bisa menerima kenyataan bahwa timnya harus pulang dengan tangan hampa.
"Rasanya seperti déjà vu yang buruk. Skor yang sama terulang seperti tiga bulan lalu," keluhnya. "Tapi performa kami sebenarnya jauh lebih baik. Kami menciptakan banyak peluang, sayangnya tidak satu pun yang jadi gol. Awal pertandingan kami sangat bagus, tapi setelah itu... ya, finishing jadi masalah."
Slot juga menyoroti faktor lain yang menurutnya berpengaruh besar: suporter Galatasaray. Suasana di stadion itu, katanya, benar-benar menguji mental.
"Ini stadion yang sangat sulit. Baik untuk pemain maupun pelatih lawan. Konsentrasi buyar, komunikasi antar pemain pun terhambat. Galatasaray sangat beruntung punya atmosfer sehebat ini," pungkasnya.
Kemenangan 1-0 ini tentu memberi Galatasaray modal berharga. Namun, jalan ke perempat final masih panjang. Semuanya akan ditentukan di Anfield nanti.
Artikel Terkait
Alessandro Matri Kritik Sassuolo: Fokus Jual Pemain, Abai Prestasi
PSM Makassar di Ambang Pecat Tomas Trucha, Pelatih Absen di Latihan
PSM Makassar Dihukum Denda Rp150 Juta Akibat Aksi Suporter
Tudor Soroti Blunder Awal Usai Spurs Dibantai Atletico di Liga Champions