Bayangkan, dia harus bersaing dengan nama-nama macam Joey Pelupessy atau Eliano Reijnders di lini tengah. Belum lagi Marc Klok, Ricky Kambuaya, dan tentu saja Witan Sulaeman di sektor sayap. Padat betul.
Tapi justru di tengah kepadatan itulah peluang muncul. Kecepatan dan kelincahan Dethan, plus keberaniannya dalam satu lawan satu, adalah modal yang selama ini membuatnya bersinar di PSM. Itu yang harus dia bawa ke lapangan latihan Timnas.
Comeback yang Bikin Senyum
Selain wajah baru, daftar ini juga memunculkan nama-nama yang sempat hilang. Elkan Baggott, misalnya. Bek tinggi itu akhirnya kembali setelah terakhir main di Piala Asia 2023 Qatar. Kabar yang cukup melegakan bagi pertahanan.
Lalu ada Ezra Walian. Performanya bersama Persik Kediri di Super League 2025-2026 rupanya menarik perhatian pelatih. Dia kembali dipanggil setelah sekian lama absen.
Jadi, pola Herdman mulai terlihat: campuran antara pengalaman dan energi baru. Sebuah fondasi yang menarik untuk dibangun.
Perjalanan Baru Baru Dimulai
Bagi Victor Dethan, panggilan ini bukan akhir perjalanan. Malah, ini baru babak pertama dari sebuah tes yang lebih panjang.
Dari 41 pemain, cuma sekitar 25-30 yang akan masuk skuad final FIFA Series nanti. Setiap latihan, setiap sentuhan bola, akan jadi penilaian. Dia harus bersaing dengan pemain yang namanya sudah lebih dulu besar.
Tapi siapa tahu? Momentum ini bisa jadi batu loncatan. Jika dia bisa tampil meyakinkan, bukan tidak mungkin Dethan akan jadi salah satu kejutan manis di era Herdman. Kita tunggu saja aksinya di lapangan.
Artikel Terkait
Sponsor dan Basis Suporter Jadi Tulang Punggung Finansial Persib
Debut Imran Nahumarury Sukses, Semen Padang Kalahkan PSBS Biak 2-0
Persebaya Dipecundangi Borneo 1-5, Lini Depan Jadi Sorotan
Xavi Tuding Laporta Halangi Kepulangan Messi dan Sebut Ada Tangan Tak Terlihat di Balik Pemecatannya