Di sisi lain, suporter setia seperti Ulil Amri mencoba melihat sisi lain. Dia mengakui bahwa melawan Malut United bukan perkara mudah.
Namun, lega itu sifatnya hanya sementara. Ulil menambahkan, hasil minor akan menjadi pertanda akhir.
Memang, awal kedatangan Tomas Trucha dulu diwarnai optimisme. Dia diharapkan menjadi penerus yang sepadan, atau bahkan lebih baik, dari Tavares.
Tapi statistik berbicara lain. Dari 15 laga yang dia pimpin, PSM cuma menang empat kali. Kekalahan lebih mendominasi: sembilan. Dua lainnya imbang. Angka yang sangat jauh dari target awal musim.
Yang menarik, Trucha sempat bersikukuh dengan keyakinannya. Saat diperkenalkan, dia membantah semua isu buruk yang beredar tentang kondisi internal tim.
Dia juga pernah bertekad untuk mengubah keadaan. Kekalahan beruntun, menurutnya, punya dampak buruk yang merambat ke semua lini.
Artikel Terkait
Ganda Muda Indonesia Sikat Unggulan Ketiga Dunia di Perempat Final All England
Susi Susanti Prihatin dan Soroti Pentingnya Perlindungan Atlet dari Kekerasan
Real Madrid Kehilangan Tiga Pemain Kunci Jelang Jadwal Padat Akibat Sanksi Disiplin
Liverpool Amankan Tiket Perempat Final Piala FA Usai Kalahkan Wolverhampton 3-1