Sebenarnya, posisi Messi di Argentina beberapa bulan terakhir ini agak canggung. Milei secara terbuka mengkritik Claudio "Chiqui" Tapia, ketua asosiasi sepak bola Argentina (AFA) yang dikenal dekat dengan Messi.
Perseteruan Milei dan Tapia sudah berlangsung tahunan. Intinya, Milei ingin memprivatisasi struktur kepemilikan klub-klub Argentina, sebuah rencana yang ditentang mati-matian oleh AFA. Messi sendiri memilih diam, tak pernah berkomentar soal ini.
Di sisi lain, Tapia juga sedang dalam sorotan. Dia diselidiki atas tuduhan korupsi terkait properti mewahnya yang dilengkapi helipad di pinggiran Buenos Aires. Desember lalu, dia melaporkan pendapatan tahunan sekitar 584 ribu dolar AS dari berbagai jabatannya.
Ketegangan ini makin memanas. Begitu parahnya, sampai-sampai Milei memutuskan absen dari acara Piala Duniah Trump di Washington Desember lalu, hanya karena Tapia juga diundang.
Memang, Messi bukan tak pernah bertemu pemimpin dunia. Tapi biasanya terjadi di pinggir lapangan Piala Dunia, bukan di istana kepresidenan. Pengecualian mungkin pada 2014, saat ia bersama tim nasional menemui Presiden Cristina Kirchner setelah kalah final dari Jerman.
Kembali ke momen di Gedung Putih. Inter Miami, klub yang dibelanya, memenangkan gelar Major League Soccer Desember lalu. Ini terjadi sekitar dua setengah tahun setelah Messi hijrah ke AS, usai meraih segudang gelar dan memecahkan rekor di Eropa.
"Ada lebih banyak tekanan yang diberikan kepada Anda karena Anda diharapkan untuk menang," tambah Trump, sambil menatap Messi.
Pertemuan singkat itu pun berakhir. Tapi foto Messi dan Trump di Ruang Timur Gedung Putih sudah tersebar ke seluruh dunia. Sebuah gambar yang, bagaimanapun, tetap menjadi pengecualian dalam sikap apolitik yang konsisten ditunjukkan sang maestro.
Artikel Terkait
PBSI Pastikan Keberangkatan Tim Bulutangkis ke Swiss Open Tak Terganggu Konflik Geopolitik
Asisten Pelatih PSM Akui Kondisi Tim Belum Ideal, Tumbuhkan Mental Jelang Lawan Malut United
Real Madrid Siapkan Anggaran Rp1,9 Triliun untuk Rekrut Bek dan Gelandang
PSM Makassar di Ambang Degradasi, Masa Depan Pelatih Tomas Trucha Dipertanyakan