Jalan menuju keputusannya ini ternyata tidak mulus. Mantan pemain Inter Milan itu masih harus bernegosiasi alot dengan Olympiacos. Dia perlu memutus kontraknya lebih awal, dan itu bukan perkara sederhana.
Di sisi lain, Federasi Sepak Bola Iran (FFIRI) justru mengambil posisi berbeda. Mereka berusaha membujuk sang striker berusia 33 tahun itu. Agar tetap bertahan di Yunani dan melanjutkan karier.
Keamanan Taremi sendiri menjadi pertimbangan utama federasi. Kondisi geopolitik yang memanas membuat mereka khawatir. Meski begitu, sumber internal mengaku, keputusan terakhir sepenuhnya ada di tangan Mehdi. Dia yang akan menentukan pilihannya.
Performa Gemilang yang Ditinggalkan
Keputusan ini sungguh berani. Apalagi kalau melihat performanya belakangan ini. Taremi sedang dalam puncak bentuk.
Bersama Olympiacos, mantan bintang FC Porto itu cetak 10 gol dan 3 assist di Liga Super Yunani. Itu hanya dari 16 penampilan. Belum lagi di Liga Champions, dia masih menyumbang 2 gol dan 2 assist.
Kehilangan dia tentu pukulan telak. Baik untuk klub maupun timnas. Tapi tekadnya untuk membela tanah air dengan cara yang berbeda, tampaknya sudah bulat. Lapangan hijau akan kehilangan salah satu penyerangnya, sementara medan lain mungkin akan mendapat seorang pejuang baru.
Artikel Terkait
Nuno Larang Adama Traore Angkat Beban di Gym West Ham
Inter Milan Serius Incar Leon Goretzka dari Bayern Munich
Striker Iran Mehdi Taremi Tinggalkan Olympiacos untuk Ikut Wajib Militer
Tekanan Suporter Membesar, Masa Depan Pelatih PSM Makassar Dipertanyakan