Menkeu Purbaya Tanggapi Usulan Penurunan Tarif PPN ke 8 Persen
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memberikan respons terkait usulan penurunan tarif Pajak Pertambahan Nilai (PPN) Indonesia dari 11 persen menjadi 9 persen atau 8 persen untuk meningkatkan daya saing regional.
Analisis Dampak Fiskal Penurunan PPN
Purbaya mengakui bahwa usulan penurunan PPN menjadi 8 persen terdengar menarik. Namun, sebagai Menkeu, ia harus mempertimbangkan implikasi fiskal yang signifikan. Setiap penurunan 1 persen tarif PPN berpotensi mengurangi pendapatan negara sebesar Rp70 triliun.
Fokus Pemerintah pada Perbaikan Sistem Pajak
Pemerintah saat ini memprioritaskan perhitungan kemampuan riil penerimaan negara. Langkah yang akan diambil adalah perbaikan sistem pengumpulan pajak dan cukai dalam dua triwulan ke depan. Hasil evaluasi ini diharapkan dapat terlihat pada akhir triwulan pertama tahun depan.
Kebijakan Fiskal yang Hati-hati
Keputusan penurunan PPN tidak dapat diambil secara sembarangan. Pemerintah perlu melakukan perhitungan matang untuk mengetahui kemampuan tax collection yang sesungguhnya setelah sistem diperbaiki. Hal ini penting untuk menjaga defisit anggaran tidak melebihi batas 3 persen.
Perbandingan Tarif PPN di Kawasan ASEAN
Tarif PPN Indonesia saat ini sebesar 11 persen dinilai lebih tinggi dibandingkan rata-rata negara ASEAN yang berada pada kisaran 8-10 persen. Negara seperti Thailand dan Vietnam bahkan menurunkan tarifnya ke level 7-8 persen untuk mendorong konsumsi pasca pandemi.
Potensi Dampak Positif Penurunan PPN
Penurunan tarif PPN ke level 9-10 persen diperkirakan berpotensi menambah pertumbuhan ekonomi sekitar 0,2-0,3 poin. Syarat utamanya adalah pemerintah tetap menjaga disiplin anggaran dan memperluas basis pajak digital serta sektor informal.
Artikel Terkait
Pramono Angkat Bicara Soal Ojol Histeris Motor Diangkat Petugas, Sebut Tak Ada Pungutan dalam Penyelesaian
100 Ribu Pelamar Berebut 37 Posisi Program Padat Karya Pemprov DKI Jakarta
Gubernur Pramono Resmikan Penataan Jalan HR Rasuna Said, 109 Tiang Monorel Dibongkar
Bank Artha Graha Tunjuk Elvin Halim sebagai Direktur Utama, Gantikan Andy Kasih