Reaksi pun beragam. Di kubu Olympiacos, kepergiannya jelas sebuah pukulan. Penggemar klub merasa kehilangan sosok penting di lini serang. Sementara itu, di Iran sendiri, keputusan Taremi memantik perdebatan yang cukup sengit.
Di sisi lain, bagi Timnas Iran Team Melli ini adalah berita buruk di waktu yang sangat tidak tepat. Persiapan menuju Piala Dunia 2026 sedang digenjot. Kehilangan striker utama mereka, apalagi yang masih tajam, jelas mengacaukan rencana. Federasi Sepak Bola Iran (FFIRI) dikabarkan berusaha membujuk Taremi agar mempertimbangkan ulang.
Kekhawatiran mereka masuk akal. Meninggalkan kompetisi top Eropa bisa membuat ritme dan performa Taremi menurun. Dan itu akan langsung melemahkan tim nasional di ajang paling bergengsi itu nanti.
Tapi sejauh ini, Taremi terlihat teguh. Komitmennya pada tanah air tampak mengalahkan segalanya, termasuk prestise dan sorotan internasional. Langkahnya ini, mau tidak mau, menjadi simbol patriotisme yang sangat kuat bahkan ekstrem di tengah dunia sepak bola modern yang serba komersial.
Dia memilih untuk meninggalkan lampu sorot, demi sebuah tugas yang diyakininya lebih mulia.
Artikel Terkait
Striker Iran Mehdi Taremi Dilaporkan Berencana Gantung Sepatu untuk Bergabung dengan Militer
Inter Milan Serius Incar Leon Goretzka dari Bayern Munich
Tekanan Suporter Membesar, Masa Depan Pelatih PSM Makassar Dipertanyakan
Paul Scholes Ragukan Kapasitas Carrick, Sebut Ancelotti Sempurna untuk MU