Ia melanjutkan, karakter Ancelotti dianggapnya sangat pas untuk mengelola ruang ganti United yang penuh bintang.
Keraguan pada Mantan Rekan Setim
Di sisi lain, Scholes justru mempertanyakan kapasitas Carrick, yang dulu adalah rekan setimnya di lapangan. Mereka pernah bermain bersama dalam 160 pertandingan. Pertanyaan besarnya, menurut Scholes, adalah apakah Carrick punya pengalaman memenangkan trofi besar?
Ia membandingkan situasi ini dengan era Ole Gunnar Solskjaer. Manajemen klub, kata Scholes, harus benar-benar jeli menentukan arah.
Ia menutup dengan menyoroti kelemahan pendahulu Carrick. Solskjaer dinilainya ahli dalam manajemen pemain, tapi kurang dalam hal meraih gelar. Pertanyaan yang sama, ujarnya, kini harus ditujukan kepada Michael Carrick.
Artikel Terkait
Tekanan Suporter Membesar, Masa Depan Pelatih PSM Makassar Dipertanyakan
PSM Makassar Terancam Degradasi Usai Ditaklukkan Persita
Flick Yakin Barcelona Bisa Balikkan Agregat 0-4 Lawan Atletico
Liverpool Kejar Tiket Liga Champions di Markas Wolverhampton