Kesit menjelaskan hal itu kepada media, Minggu (1/3/2026).
Namun begitu, situasi ini jelas lebih baik ketimbang dulu. Bayangkan jika mereka masih bermain di Eropa atau tempat lain. Waktu tempuh perjalanan yang lama, plus proses adaptasi cuaca dan membangun chemistry dengan rekan setim, pasti jadi tantangan ekstra buat pelatih.
Ujian pertama akan datang cepat. Timnas Indonesia akan tampil di FIFA Series 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, 27-30 Maret mendatang. Turnamen mini itu menghadirkan empat negara: Indonesia, Bulgaria, Kepulauan Solomon, dan St. Kitts and Nevis.
Jadwalnya, Garuda bakal berjumpa St. Kitts and Nevis dulu pada 27 Maret. Kemenangan akan membawa mereka ke final, melawan pemenang laga Kepulauan Solomon vs Bulgaria. Kehadiran para pemain diaspora di liga lokal tentu jadi faktor yang berharga. Momentum ini harus dimanfaatkan sebaik-baiknya, bukan cuma untuk FIFA Series, tapi juga sebagai pemanasan menuju Piala AFF 2026.
Jadi, apakah ini solusi sempurna? Belum tentu. Tapi setidaknya, ini langkah awal yang cukup menggembirakan.
Artikel Terkait
Manchester United dan Arsenal Raih Kemenangan Tipis, Arsenal Kokoh di Puncak Klasemen
Kemenpora Bentuk Tim Investigasi dan Layanan Pengaduan Khusus Atlet Korban Pelecehan Seksual
PSG Kukuhkan Puncak Klasemen Usai Kalahkan Le Havre
Bayern Munchen Kalahkan Dortmund 3-2, Kokohkan Puncak Klasemen