Cilacap Berbenah: Alat Berat Dikerahkan, Pencarian Korban Longsor Masih Berlangsung

- Sabtu, 22 November 2025 | 19:40 WIB
Cilacap Berbenah: Alat Berat Dikerahkan, Pencarian Korban Longsor Masih Berlangsung
Penanganan Longsor di Cilacap

Deretan alat berat itu terlihat sibuk bekerja di lereng yang porak-poranda. Di Desa Cibeunying, Kecamatan Majenang, Cilacap, Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mengerahkan sejumlah unit untuk membantu para korban tanah longsor. Tak cuma itu, bantuan sarana dan prasarana dasar juga digelontorkan bagi warga yang terpaksa mengungsi.

Menteri PU, Dody Hanggodo, menegaskan kesiapan penuh kementeriannya. Mereka berkoordinasi erat dengan instansi kebencanaan, baik pusat maupun daerah. Dari balai-balai teknis terdekat, sebanyak 15 unit alat berat dikerahkan. Hingga saat ini, mereka masih bekerja di lokasi untuk mendukung proses pencarian dan evakuasi material sisa longsoran.

Bantuan lain pun mengalir. Lewat Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citanduy, Kementerian PU menyalurkan ratusan set selimut dan kasur lipat untuk kebutuhan pengungsi. Selain itu, dari Balai Penataan Bangunan, Prasarana, dan Kawasan (BPBPK) Jawa Barat, disalurkan juga toilet portable dan hidran umum.

Sebelumnya, Menteri Dody sudah meninjau langsung lokasi bencana pada Selasa (18/11/2025). Di sana, dia menyoroti pentingnya upaya mitigasi. Jangan sampai bencana serupa terulang lagi.

Dari hasil peninjauan, terungkap kondisi topografi yang cukup riskan. Ada cekungan alam di sisi atas lereng yang selama ini menampung air hujan. Air yang merembes keluar dari sana diduga kuat melemahkan struktur tanah, hingga akhirnya memicu longsoran.

"Ke depan, tugas kita adalah memastikan cekungan itu tidak lagi menahan air. Tidak harus kering 100%, tapi minimal air selalu teralirkan sehingga tidak memicu longsor baru,"

Demikian penjelasan Dody melalui keterangan tertulis yang diterima pada Sabtu (22/11/2025).

Sementara itu, dari sisi pencarian, Kepala BBWS Citanduy Roy Panagom Pardede menyebut hari ini merupakan hari terakhir operasi pencarian korban hilang. Dua orang masih dinyatakan belum ditemukan.

Meski begitu, seluruh personel dan armada tetap siaga. Mereka menunggu keputusan resmi dari otoritas terkait untuk mengakhiri operasi tersebut.

"Setelah operasi SAR selesai, kami menunggu hasil dari tim teknis dari Dit Bintek SDA untuk merumuskan penanganan lanjutan yang paling aman dan efektif. Keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama,"

kata Roy, juga melalui rilis tertulis di hari yang sama.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar