Ujian terberat PSIS mungkin bukan cuma soal taktik. Tapi ketahanan mental.
Beberapa pekan terakhir, sebenarnya ada tanda-tanda kebangkitan. Latihan makin intens, persaingan internal makin ketat. Bahkan sesi latihan sempat memanas tanda bahwa para pemain mulai merasakan urgensi situasi. Tim yang nyaman-nyaman saja jarang berdebat keras di lapangan latihan. Sebaliknya, tim yang terdesak justru menunjukkan gairah seperti itu.
Setiap duel diperlakukan serius. Setiap kesalahan terasa mahal. Setiap pemain ingin buktikan dia layak jadi bagian dari solusi, bukan masalah.
Mentalitas inilah yang coba dibangun Ramawi: mental juara, meski posisi di tabel jauh dari juara.
Di saat-saat seperti ini, peran senior seperti Otavio Dutra jadi krusial. Pengalaman mereka dibutuhkan buat jaga kestabilan dan fokus tim, terutama saat pertandingan masuk fase-fase kritis. Soalnya, laga seperti ini seringnya ditentukan momen kecil. Satu tekel tepat waktu, satu keputusan cepat, atau satu gol yang bisa mengubah segalanya.
PSIS tahu betul. Kemenangan di Balikpapan bisa jadi titik balik musim mereka.
Tiga poin tak cuma menggeser posisi di klasemen. Tapi juga mengubah narasi. Dari tim yang cuma bertahan hidup, jadi tim yang kembali punya nyali dan percaya diri.
Sepak bola memang penuh ironi. Kadang, tim yang paling terpojok justru bisa tampil paling berani.
Sekarang, PSIS ada di persimpangan itu.
Bonus sudah dijanjikan. Motivasi sudah diberikan. Suasana tim mulai membaik. Tapi pada akhirnya, semua akan ditentukan di lapangan. Dalam 90 menit yang menegangkan di Batakan.
Mampukah Mahesa Jenar keluar dari jerat zona merah?
Jawabannya bukan cuma ada di skor akhir. Tapi di apakah mereka mau bermain dengan mental juara meski tabel klasemen belum mencerminkan hal itu.
Di Balikpapan nanti, PSIS bukan cuma main untuk menang.
Mereka main untuk bertahan hidup.
Artikel Terkait
Undian Liga Champions Bentuk Dua Jalur Berbeda: Jalan Tol dan Kubu Neraka
Persebaya Raih Kemenangan Penting, Tantangan Berat Lawan Persib Menanti
Persebaya Menang, Namun Performa Kiper dan Lini Belakang Masih Jadi Titik Rapuh
Drawing Liga Champions: Manchester City Vs Real Madrid Jadi Duel Utama Babak 16 Besar