Persebaya Menang, Namun Performa Kiper dan Lini Belakang Masih Jadi Titik Rapuh

- Jumat, 27 Februari 2026 | 21:30 WIB
Persebaya Menang, Namun Performa Kiper dan Lini Belakang Masih Jadi Titik Rapuh

Akibat kekalahan itu, Persebaya kini tertahan di posisi kelima klasemen dengan 35 poin. Secara matematis, peluang masih terbuka. Tapi secara psikologis, tekanan mulai terasa nyata. Suasanya makin tegang.

Di kalangan Bonek, diskusi berkembang lebih jauh. Banyak yang mulai mendesak pelatih Bernardo Tavares untuk mencari kompetitor serius buat Ernando. Nama kiper PSM Makassar, Reza Arya Pratama, bahkan mulai disebut-sebut sebagai opsi ideal. Figur yang dianggap bisa bawa persaingan sehat sekaligus naikin standar performa di bawah mistar.

Seruan dari suporter ini menunjukkan satu hal. Mereka nggak cuma menuntut perubahan hasil jangka pendek, tapi perubahan struktur tim untuk jangka panjang.

Harus diakui, sepak bola modern jarang kasih ruang buat ketergantungan pada satu individu. Tim juara biasanya dibangun dari kedalaman skuad dan kompetisi internal yang sehat. Tanpa itu, performa gampang banget stagnan.

Persebaya sekarang ada di persimpangan musim. Mereka masih cukup dekat dengan papan atas untuk bermimpi. Tapi di sisi lain, mereka juga cukup rentan untuk tergelincir lebih dalam.

Di balik semua evaluasi teknis itu, satu pertanyaan terus menggema. Apa masalah Persebaya sebenarnya ada di Ernando Ari? Atau justru ada pada sistem yang membuatnya harus bekerja terlalu sendirian?

Jawabannya mungkin akan menentukan arah Green Force hingga peluit panjang musim ini berbunyi.

Editor: Raditya Aulia


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar