Euforia & Tekanan: Dua Cerita Menuju Duel Panas di Surabaya
Persib mengirim pesan keras, sementara Persebaya berusaha bangkit. Laga di GBTO nanti bukan cuma soal tiga poin.
Euforia kemenangan Persebaya atas PSM di Surabaya ternyata tak berlangsung lama. Dari Bandung, kabar yang datang justru menambah tekanan. Rival yang akan mereka hadapi pekan depan, Persib, sedang dalam kondisi yang benar-benar mengerikan. Mereka baru saja menghancurkan Madura United dengan skor telak.
Bukan sekadar menang. Itu adalah pernyataan sikap.
Lima gol tanpa balas di Stadion Gelora Bandung Lautan Api adalah pertunjukan dominasi yang hampir sempurna. Dari awal laga, Maung Bandung sudah menunjukkan niat. Ramon Tanque membuka keran gol di menit ke-13, lalu menggandakannya dua puluh menit kemudian. Uilliam Barros menambah penderitaan tamu tepat sebelum jeda. Pertandingan praktis sudah selesai.
Di babak kedua, pesta gol berlanjut. Andrew Patrick Jung dan Frans Putras melengkapi kekalahan telak Madura United. Skor 5-0 itu lebih dari sekadar angka. Itu adalah deklarasi bahwa mesin gol Persib sudah panas dan siap menghanguskan siapa pun.
Benteng GBLA & Momentum Tanpa Henti
Kekuatan Persib musim ini tak lepas dari rekor kandang mereka yang sempurna. Dua belas laga, dua belas kemenangan. GBLA telah menjadi benteng yang nyaris tak tertembus. Atmosfer di sana memberi energi ekstra, membuat tim bermain dengan kepercayaan diri tingkat tinggi.
Kini, dengan 53 poin di puncak klasemen dan rekor 10 laga tak terkalahkan, mereka terlihat seperti tim yang sudah menemukan ritme juara. Tapi, ujian sesungguhnya baru datang. Mereka harus meninggalkan kenyamanan kandang dan merantau ke markas lawan yang juga berbahaya.
Artikel Terkait
Bezzecchi Tercepat di FP1 MotoGP Thailand, Marquez Posisi Kedua
PSS Sleman Genjot Persiapan Hadapi Laga Krusial Kontra Persela Lamongan
Veda Ega Pratama Catat P8 di Sesi Latihan Moto3 Thailand di Lintasan Basah
Jordi Amat Pecahkan Rekor Gol Pribadi di Musim Debut Bersama Persija