Hanya satu kemenangan dalam sepuluh pertandingan. Itu adalah alarm keras yang berbunyi nyaring. Trucha menekankan, efektivitas serangan adalah kunci yang hilang dan harus segera ditemukan kembali.
Di sisi lain, ia tetap memberikan apresiasi. Manajemen klub dinilainya sudah berusaha membantu dengan mendatangkan pemain-pemain baru untuk memperdalam skuad. Langkah itu patut diacungi jempol.
“Manajemen sudah melakukan segalanya untuk membantu kami dengan mendatangkan pemain baru,” tuturnya.
“Sekarang, tugas kami adalah mulai mengonversi kerja keras tersebut menjadi poin,” sambung Trucha dengan nada tegas.
Babak Pertama yang Menentukan
Kegelisahan tak hanya datang dari sang pelatih. Luka Cumic, pemain asing andalan PSM, juga menyuarakan hal serupa. Menurutnya, tim gagal tampil menggigit di babak pertama. Itu yang kemudian membuat segalanya jadi lebih sulit.
“Kami tidak bermain bagus di babak pertama. Kami butuh energi dan tekanan yang lebih besar,” ujar Cumic.
“Di babak kedua kami sudah mencoba, namun ke depannya kami harus memberikan 100 persen sejak menit awal,” pungkasnya.
Jalan masih panjang. Tapi yang jelas, PSM Makassar harus segera berbenah. “Statistik horor” itu harus diakhiri, dan usaha perbaikan itu dimulai dari sesi latihan, menuju laga-laga krusial berikutnya.
Artikel Terkait
Locatelli: Saya Hampir Menangis Usai Juventus Tersingkir dari Liga Champions
Real Madrid Usir Anggota Tribun yang Lakukan Salam Nazi di Bernabéu
Veda Ega Pratama Andalkan Kenangan Buriram untuk Debut Moto3 2026
Pemilik Warung di Jakarta Tuduh Lurah Minta Imbalan Seks untuk Hindari Gusuran