SURABAYA – Statistiknya memang bikin merinding. Cuma sekali menang dalam sepuluh laga terakhir. Performa PSM Makassar jelas sedang jadi sorotan, dan sorotannya itu tajam sekali.
Namun begitu, pelatih Tomas Trucha punya pandangan lain. Bagi dia, akar masalah Juku Eja bukan terletak di barisan belakang. Lini pertahanan dinilainya masih cukup solid. Persoalan sebenarnya ada di ujung tombak, di mana penyelesaian akhir terlihat tumpul. Hal ini jelas terlihat saat mereka takluk 0-1 dari Persebaya di Stadion Gelora Bung Tomo.
Kekalahan tipis di markas Bajul Ijo, Rabu (25/2/2026) malam itu, tentu saja menambah luka. Trucha mengakui, tren kalah dengan skor ketat macam 1-0 atau 2-1 ini rasanya sungguh menyiksa. Baik untuk pemain di lapangan, maupun bagi ribuan pendukung yang selalu setia.
Secara taktis, sebenarnya PSM tak kalah. Mereka mampu mengimbangi permainan tuan rumah. Tapi ya itu, dominasi bola dan penguasaan lapangan nyatanya tak berkorelasi dengan angka di papan skor. Sangat disayangkan.
Data statistik pertandingan itu cukup mencengangkan. PSM mencatat 40 sentuhan bola di dalam kotak penalti Persebaya. Dari situ, lahir 12 tembakan yang mengarah ke gawang. Angka yang seharusnya bisa menghasilkan lebih dari satu gol, bukan?
Tapi realitanya, semua peluang itu menguap begitu saja. Pengambilan keputusan di momen krusial oleh para penyerang dinilai buruk. Akhirnya, usaha keras sepanjang 90 menit pun berakhir sia-sia.
“Masalah kami bukan di pertahanan karena kami tidak kebobolan banyak gol,” tegas Tomas Trucha dalam konferensi pers usai laga.
“Tantangan terbesar adalah menciptakan peluang bersih dan menyelesaikannya menjadi gol,” tambahnya.
Lini Serang yang Perlu Dievaluasi Ulang
Artikel Terkait
Locatelli: Saya Hampir Menangis Usai Juventus Tersingkir dari Liga Champions
Real Madrid Usir Anggota Tribun yang Lakukan Salam Nazi di Bernabéu
Veda Ega Pratama Andalkan Kenangan Buriram untuk Debut Moto3 2026
Pemilik Warung di Jakarta Tuduh Lurah Minta Imbalan Seks untuk Hindari Gusuran