Stadion Gelora Kie Raha yang biasanya ramai, kemarin malam menyaksikan kekecewaan. Malut United takluk 2-1 dari Dewa United di kandang sendiri. Bukan hasil yang diharapkan, apalagi di depan pendukung setia.
Pelatih Hendri Susilo tak bisa menyembunyikan rasa frustrasinya. Dalam jumpa pers usai laga, ia dengan tegas menyoroti kegagalan tim menjalankan instruksi.
“Para pemain tidak patuh dengan game plan yang sudah disiapkan,” ucap Hendri, seperti dilansir Antara, Senin (13/4/2026).
Jalannya pertandingan sendiri cukup menegangkan. Dewa United unggul lebih dulu lewat Alex Martins di menit ke-22. Malut sempat menyamakan kedudukan menjelang turun minum, tepatnya lewat eksekusi penalti David Da Silva. Tapi, harapan untuk meraih poin pupus di menit-menit akhir. Alex Martins kembali menggagalkan impian mereka dengan gol kemenangan di menit ke-90.
Menurut Hendri, ini soal efektivitas. “Kami sebenarnya menciptakan banyak peluang. Sayangnya, gagal total mengubahnya menjadi gol,” keluhnya. Di sisi lain, ia mengakui ketidakdisiplinan pertahanan sendiri berbuah petaka. “Dewa hanya punya sedikit peluang, tapi mereka sangat efisien. Kami yang memberi mereka kesempatan itu.”
Pemain Malut United, Abduh Lestaluhu, sependapat. Ia melihat tim lawan memang lebih jeli memanfaatkan momen.
“Kami banyak menciptakan peluang, tetapi gagal membuat gol. Sementara Dewa, dapat memanfaatkan kesalahan kami dengan baik,” ungkap Abduh.
Kekalahan ini jelas pahit. Hendri tak hanya menyayangkannya, tapi juga bersikap tegas. Ia mengisyaratkan akan ada konsekuensi bagi pemain yang mengabaikan rencana tim. “Ke depan, mungkin ada sejumlah perubahan. Tentu, kami ingin memberikan yang terbaik untuk masyarakat Maluku Utara dan Maluku,” janjinya.
Di klasemen, kekalahan ini membuat Malut United stagnan di posisi keempat dengan 46 poin. Mereka cuma unggul tipis dua poin dari Bhayangkara Presisi di bawahnya. Situasinya jadi makin panas.
Lalu, apa langkah selanjutnya? Tim harus segera melupakan laga ini. Mereka akan bertandang ke markas Bali United minggu ini. Perjalanan jauh ke Stadion Kapten I Wayan Dipta di Gianyar menanti. Tantangan baru, harapan baru. Bisa bangkit atau terpuruk lebih dalam? Kita lihat saja.
Artikel Terkait
Prabowo Kunjungi Prancis untuk Ketiga Kalinya dalam Setahun, Tegaskan Hubungan Bilateral di Level Terbaik
HIPMI Jaya Salurkan 14 Sapi dan 10 Kambing untuk Kurban di Jakarta
Gempa Vulkanik Dangkal Gunung Awu Melonjak Jadi 41 Kali Sehari, Status Siaga Dipertahankan
Prabowo dan Macron Sepakati Penguatan Kerja Sama Pertahanan hingga Energi Bersih di Paris