Yang mengejutkan, justru dalam kondisi kalah jumlah, Juventus bangkit. Gatti mencetak gol kedua lewat umpan rendah Pierre Kalulu. Agregat menjadi 4-5! Semakin panas. Kenan Yildiz bahkan hampir menyamakan kedudukan, sayang bolanya mentok di tiang.
Laga pun terseret ke babak extra time. Juventus nyaris mencetak gol keempat leupat Zhegrova, tapi usahanya melenceng. Momentum perlahan berganti.
Kesalahan kecil di menit-meni krusial akhirnya menjadi penentu. Gatti terpeleset saat ingin memotong umpan. Osimhen, sang eksekutor, tak memberi ampun. Golnya melewati sela kaki Perin dan mengembalikan keunggulan agregat untuk tim asal Turki itu.
Pukulan telak datang di penghujung laga. Wilfried Singo memberikan umpan terobosan yang memecah jebakan offside. Baris Alper Yilmaz lolos dan dengan dingin menaklukkan Perin. 7-5. Semua usaha Juventus selama satu jam lebih bermain dengan sepuluh orang, pupus sudah.
Kekalahan ini memperpanjang catatan suram Juventus di kancah Eropa. Sebaliknya, Galatasaray menunjukkan kekuatan mental yang luar biasa. Mereka tepat menghukum setiap kesalahan lawan di momen paling menentukan. Bagi Juventus, ini akhir yang pahit. Sebuah drama yang berakhir dengan kekecewaan.
Artikel Terkait
Genoa Menang Dramatis 2-1 Atas Sassuolo dalam Laga Penuh Insiden
Pelatih Persebaya Kagumi Atmosfer SUGBK Meski Timnya Dibantai Persija
Timnas Futsal Indonesia Lolos ke Final Piala AFF 2026, Hadapi Thailand
Persebaya Tumbang 0-3 dari Persija, Rachmat Irianto Akui Performa Tim Tak Memuaskan