Di fase penyisihan, semua pasangan bakal saling berhadapan. Empat tim dengan poin terbanyak nantinya melaju ke semifinal untuk memperebutkan juara satu, dua, dan tiga.
"Walaupun rata-rata sudah di atas 55 tahun, semuanya dalam kondisi prima dan siap bertarung. Mereka bahkan berlatih di tempat berbeda dengan pelatih profesional," jelas Lally.
Persiapan mereka serius banget. Ini bukti kalau usia bukan halangan untuk tetap kompetitif. Beberapa peserta disebut-sebut rutin ikut program latihan khusus cuma buat tampil maksimal di lapangan.
Jadi, meski nuansa Ramadhan biasanya santai, semangat sportivitas dan rivalitas di sini tetap terasa. Bakal ada smash keras, reli panjang yang memanfaatkan dinding kaca, sampai strategi lob dan drop shot. Semua itu akan mewarnai pertandingan nanti malam.
Padel sendiri kan gabungan dari tenis dan squash. Olahraga ini butuh kecepatan berpikir dan kerja sama tim yang solid.
Buat para peserta, ajang ini memang jadi ruang untuk menjaga silaturahmi dan jejaring. Tapi begitu pertandingan mulai, persahabatan sejenak disimpan dulu. Yang ada cuma persaingan.
Intinya, Senior Ramadhan League ini membuktikan satu hal: olahraga nggak kenal batas usia. Di lapangan, yang berbicara adalah teknik, fokus, dan seberapa besar determinasi kamu.
Malam ini di Makassar, para senior siap tunjukkan bahwa semangat juang mereka masih menyala. Setajam pukulan yang akan menentukan siapa yang bawa pulang kemenangan.
Artikel Terkait
Yuran dan Tavares Siap Tinggalkan Kenangan demi Kemenangan di Duel Panas PSM vs Persebaya
Infantino Tegaskan Piala Dunia 2026 di Meksiko Tetap Aman Meski Ada Gelombang Kekerasan
PSM Makassar Hadapi Persebaya dalam Duel Penuh Muatan Taktik dan Emosional
Stefan Bradl: Marc Marquez Favorit Juara MotoGP 2026, Bezzecchi Jadi Ancaman Terbesar