Senin pagi itu, 25 November 2025, Muhamad Gofahrul Ikhsan akhirnya tiba juga di gedung Office 8 di kawasan Senopati. Di usia 22 tahun, pemuda yang akrab disapa Arul ini resmi memulai perjalanan enam bulannya sebagai peserta magang di Hasnur Group Indonesia. Bukan cuma hari pertama kerja biasa. Bagi anak Cibubur ini, hari itu terasa seperti hidupnya mulai bergerak lagi setelah sekian lama diam di tempat.
“Sempat merasa ini peluang terakhir,” ucap Arul, mengenang masa-masa sebelum diterima.
Dia bercerita, sebelumnya sudah apply ke mana-mana. Hasilnya? Sunyi senyap. Pernah ada perusahaan yang menghubungi, tapi alamatnya ternyata fiktif. “Di Google Maps cuma kebon kosong,” katanya sambil tertawa kecil. Tawa yang masih menyisakan rasa was-was dari masa lalu. Pemuda lulusan Psikologi yang baru wisuda Oktober 2025 itu sempat pesimis. Di tengah gempuran berita PHK, banjir fresh graduate, dan persaingan dengan pekerja berpengalaman, rasanya harapan untuk bekerja makin menjauh. Ia sudah merasa minder duluan.
Hingga kemudian dia menemukan program Magang Nasional.
“Pas lihat daftar perusahaannya, kaget banget. Banyak, gede-gede. Dari bank sampai tambang,” kenangnya. “Baru rasanya ada pintu harapan yang kebuka.”
Menurut informasi dari Kemnaker, program ini memang jadi salah satu prioritas pemerintahan saat ini. Tujuannya jelas: menjembatani lulusan baru dengan kebutuhan riil industri, sekaligus mempersiapkan tenaga kerja muda sebelum benar-benar terjun. Inisiatif ini digulirkan untuk menjawab tantangan ketenagakerjaan yang kian pelik, dengan harapan bisa mempercepat penyerapan angkatan kerja muda.
Programnya sendiri menargetkan lulusan baru, maksimal setahun setelah wisuda, baik dari jenjang Diploma maupun Sarjana. Pesertanya ditargetkan ratusan ribu, tersebar di seluruh Indonesia, dengan melibatkan ratusan perusahaan mitra dari berbagai sektor. Mereka akan menjalani magang intensif selama setengah tahun, yang dilaksanakan dalam beberapa gelombang setiap tahunnya.
Magang Demi Masa Depan, Bukan Sekadar Status
Bagi Arul, magang ini bukan aktivitas iseng. Sejak masih kuliah, dia sudah memandang pengalaman kerja sebagai modal bertahan hidup yang serius. “Dari awal aku tahu nyari kerja itu bakal susah banget. Jadi harus punya pengalaman duluan,” tuturnya.
Ini bukan pengalaman magang pertamanya. Dari situ dia belajar bahwa kerja tak cuma menambah nilai di CV, tapi juga bisa membantu menopang kebutuhan keluarga. “Lumayan buat jajan, terus bisa ngasih ke mama sama adik,” ujarnya.
Kini, lewat Magang Nasional Batch 2, Arul ditempatkan di divisi Knowledge Management Hasnur Group. Di perusahaan yang dia sebut punya lingkungan kerja religius dan suportif itu, kepercayaan dirinya yang sempat goyah perlahan pulih. “Rasanya kayak, oh ternyata aku bisa ya diterima di perusahaan besar,” ucapnya penuh syukur.
Besarnya Dukungan Keluarga
Di balik semua itu, kekuatan terbesarnya adalah keluarga. Ayahnya, seorang driver taksi online dengan mobil sewaan, sering pulang tak menentu tergantung target harian. Tapi dialah orang pertama yang dihubungi Arul untuk kabar penting.
“Pas aku diterima magang, suaranya bergetar. Ayah sampai nawarin mau nganter atau jemput kalau lewat area situ,” cerita Arul.
Dukungan ibunya tak kalah mengharukan. Saat kabar diterima itu sampai, ibunya yang sedang menyapu langsung membuang sapu dan memeluk Arul erat-erat.
“Mama lihat langsung proses aku dari apply, interview, sampai nunggu jawaban. Jadi pas keterima, itu kayak lega buat kami berdua,” katanya lirih.
Ritual hariannya pun sederhana namun berarti: bekal yang disiapkan ibu, dan makan malam bersama di rumah dengan adik yang rela menunggu. “Aku beruntung banget punya keluarga kayak ini,” ujarnya.
Magang Nasional yang Mengubah Jalan Hidup
Bagi Arul, program ini benar-benar mengubah jalan hidupnya. Dia dapat pengalaman berharga, ekonomi keluarga sedikit terbantu, dan jaringan pertemanannya meluas. “Enggak cuma aku. Banyak banget yang mungkin hidupnya lebih sulit dari aku, mereka juga kebantu,” ujarnya.
Dia pernah merasakan jadi fresh graduate yang nyaris tersesat. Makanya, dia yakin Magang Nasional ini lebih dari sekadar program. Ini adalah pembuka jalan.
“Tanpa program ini, mungkin aku enggak bakal ketemu lingkungan kerja yang baik kayak di Hasnur,” akunya.
Perjalanan dari Cibubur ke Senopati setiap hari memang jauh. Macet dan melelahkan. Tapi bagi Arul, itu semua adalah bukti nyata bahwa dia sedang melangkah maju. Menuju sesuatu yang lebih baik. Di sana, sambil bekerja, dia bisa terus belajar, menabung, dan menyiapkan masa depannya selangkah demi selangkah.
Artikel Terkait
Polri-FBI Bongkar Sindikat Phishing Global, Kerugian Capai Rp350 Miliar
Pelaku Tabrak Lari Tewaskan Pengacara di Cianjur Ditangkap di Bogor
Chelsea Pecat Liam Rosenior Usai Hanya Tiga Bulan Melatih
Guru Besar Unhan Tegaskan Modernisasi Pertahanan Indonesia Sudah Jadi Kebutuhan Mutlak