MADRID Bernabeu bakal bergelegar nanti malam. Real Madrid menjamu Benfica di leg kedua playoff Liga Champions, sebuah duel yang dijanjikan panas sejak insiden di pertemuan pertama. Ya, semua masih ingat dengan insiden rasis yang melibatkan Gianluca Prestianni dan Vinicius Junior itu.
Bara dari kejadian itu belum padam. Bahkan, pertandingan sempat terhenti sepuluh menit karenanya. Pasca-laga, obrolan pun lebih banyak berkutat pada isu itu ketimbang taktik atau skor. Akhirnya, Prestianni mendapat ganjaran: ia dilarang tampil di Bernabeu malam ini, menunggu penyelidikan lebih lanjut.
Nah, semua drama itu jadi bahan bakar tersendiri. Laga hidup-mati ini dipastikan makin berapi-api. Madrid, yang bermain di kandang sendiri, tentu ingin menyudahi perlawanan Benfica sekaligus menambah luka tamunya.
Modal Los Blancos sebenarnya cukup bagus. Selain unggul agregat 1-0 berkat gol Vini Jr., catatan mereka menghadapi klub Portugal juga mengesankan. Lima kemenangan dari enam pertandingan terakhir! Satu-satunya kekalahan mereka dalam 12 laga terakhir justru terjadi di markas Benfica pada matchday 8 fase liga.
Di Bernabeu, dominasi mereka nyaris mutlak. Tak terkalahkan dari tim tamu Portugal: sepuluh menang, satu imbang. Angka-angka itu bicara keras.
Tapi, bagaimana dengan Benfica?
Di sisi lain, rekor sang tamu cukup suram. Enam kekalahan dari delapan laga terakhir melawan klub Spanyol. Musim lalu, mereka tersingkir oleh Barcelona di babak 16 besar, kalah di kandang dan tandang. Kemenangan atas Madrid di matchday 8 itu ternyata cuma satu dari empat kemenangan dalam 27 pertemuan terakhir melawan tim La Liga. Performa tandang mereka ke Spanyol pun payah: cuma dua kemenangan dari 14 upaya. Kekalahan dari Barcelona musim lalu adalah kekalahan dua leg kelima secara beruntun.
Meski statistik berpihak, pelatih Madrid Alvaro Arbeloa enggan berleha-leha. Dia tak mau timnya bersandar sepenuhnya pada catatan bagus itu.
"Kami harus kerja keras. Masih ada pertandingan penting lain di hari Rabu," tegasnya.
Peringatan Arbeloa wajar saja. Madrid baru saja tersandung 1-2 di markas Osasuna di Liga akhir pekan lalu. Performa yang jauh dari memuaskan.
"Kami harus tampil jauh lebih baik, dengan intensitas tinggi. Kami tahu itu tidak mudah, baik untuk laga Rabu maupun Minggu. Tapi inilah yang dituntut dari kami. Ini Real Madrid," ujarnya lagi.
Dia juga sudah mengingatkan, keunggulan tipis 1-0 dari leg pertama bukan alasan untuk meremehkan Benfica yang dilatih Jose Mourinho.
"Jangan salah, jangan sekali-kali meremehkan tim Mourinho hanya karena kita unggul 1-0. Mereka sudah siap total untuk laga ini. Benfica bukan tim yang akan membiarkan kita melenggang begitu saja," tegas Arbeloa.
Lalu, bagaimana dengan sang rival?
Mourinho sendiri mengakui tantangan yang dihadapi timnya sangat berat.
"Pertandingan ini menuntut dalam setiap aspek," katanya kepada BTV.
Mengacu pada duel pertama, dia menekankan butuh usaha fisik dan konsentrasi maksimal. "Kita harus tetap fokus dan bermain sebaik mungkin," ujarnya.
Sayangnya, Mourinho tak bisa mendampingi anak asuhnya langsung di pinggir lapangan. Kartu merah di leg pertama membuatnya harus menonton dari tribun. João Tralão yang akan menggantikannya di bangku cadang, termasuk dalam konferensi pers pra-pertandingan.
Soal pemain, selain Prestianni yang diskors, Benfica juga masih kehilangan Joao Veloso karena cedera. Tapi secara umum, mereka datang dengan moral bagus usai menang 3-0 atas AFS. Vangelis Pavlidis, sang mesin gol dengan 28 gol di semua kompetisi, tetap jadi ujung tombak. Dukungan dari Dodi Lukebakio, Andreas Schjelderup, dan Rafa Silva diharapkan bisa membuat pertahanan Madrid kewalahan.
Madrid sendiri masih didera masalah. Rodrygo, Jude Bellingham, Eder Militao, Dani Ceballos, dan Dean Huijsen masih absen karena beragam alasan. Namun, pilar seperti Federico Valverde dan Arda Guler siap mengisi lini tengah, mendukung duo mematikan Vinicius dan Kylian Mbappe.
Kemungkinan Susunan Pemain
Real Madrid (4-4-2): Courtois; Alexander-Arnold, Asencio, Rudiger, Carreras; Valverde, Guler, Tchouameni; Mbappe, Vinicius.
Benfica (4-2-3-1): Trubin; Dedic, Araujo, Otamendi, Dahl; Rios, Aursnes; Lukebakio, Rafa, Schjelderup; Pavlidis.
Jalannya ke Babak Selanjutnya
Real Madrid lolos jika: Menang dengan skor berapa pun, atau imbang dengan skor berapa pun.
Benfica lolos jika: Menang dengan selisih minimal dua gol (agar unggul agregat).
Kalau Benfica cuma menang satu gol di waktu normal, pertandingan akan dilanjutkan ke babak perpanjangan waktu, dan berpotensi adu penalti jika skor agregat masih imbang.
Artikel Terkait
AS Roma Incar Mason Greenwood untuk Perkuat Lini Serang di Liga Champions
Bonucci Dukung Guardiola Tangani Timnas Italia, Capello Justru Ragukan Kesesuaian Gaya Melatih
Crystal Palace vs Rayo Vallecano: Final UEFA Conference League 2026 Hadirkan Duel Tim Kejutan
PSM Makassar Tak Panik Hadapi Rumor Hengkangnya Reza Arya, Siap Andalkan Muhammad Ardiansyah di Bawah Mistar