Isu Pakan Harimau Ragunan Dibawa Pulang: Bantahan Resmi dan Fakta Lengkap

- Senin, 17 November 2025 | 08:15 WIB
Isu Pakan Harimau Ragunan Dibawa Pulang: Bantahan Resmi dan Fakta Lengkap
Bantahan Isu Pakan Harimau Ragunan Dibawa Pulang - Fakta Sebenarnya

Bantahan Resmi Ragunan Soal Isu Pakan Harimau Dibawa Pulang Petugas

Pengelola Taman Margasatwa Ragunan secara resmi membantah isu viral yang menyebut pakan harimau dibawa pulang oleh petugas. Klaim yang menyebut harimau di Ragunan kurus dan kelaparan ini dinyatakan tidak sesuai fakta.

Video Harimau Kurus adalah Konten Lama

Kepala Humas Taman Margasatwa Ragunan, Wahyudi Bambang, mengungkapkan bahwa video harimau kurus yang viral merupakan konten lama yang diunggah ulang. Ia menduga ada motif tertentu di balik penyebaran konten tersebut yang ingin mencitrakan Ragunan secara negatif.

Penegasan dari Pemerintah Provinsi Jakarta

Gubernur Jakarta, Pramono Anung, turut angkat bicara dan memastikan bahwa isu pakan harimau dibawa pulang adalah tidak benar. Ia menegaskan bahwa setelah dilakukan pengecekan, tidak ada praktik semacam itu yang terjadi di Ragunan.

Ragunan Sebut Ini Fitnah Terorganisir

Bambang menegaskan bahwa isu ini merupakan fitnah terorganisir. Pola serupa pernah terjadi sebelumnya dengan menargetkan hewan lain, seperti beruang, dengan narasi yang sama mengenai kondisi hewan yang kurus.

Kondisi Kesehatan Harimau Terjamin Normal

Ragunan memastikan kondisi semua satwa, termasuk harimau, dalam keadaan normal dan sehat. Kesehatan harimau dipantau secara berkala dengan metode body conditioning score yang terstandar. Hasil penilaian menunjukkan kondisi harimau berada dalam kategori normal bahkan di atas normal.

Jaminan Ketersediaan Pakan dan Sistem Keamanan

Setiap harimau di Ragunan mendapatkan jatah pakan 5 hingga 6 kilogram daging per hari. Untuk mencegah penyalahgunaan, pihak pengelola menerapkan sistem pengecekan ketat terhadap semua kendaraan dan personil yang keluar dari area kebun binatang.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar