Alessandro Bastoni berhasil meredam malu dengan gol hiburan di menit ke-76. Tapi itu sudah terlambat. Sorak-sorai kecil dari segelintir pendukung tamu justru terdengar semakin keras, merayakan mimpi yang jadi kenyataan.
Peluit panjang akhirnya berbunyi. Agregat 5-2 untuk keunggulan Bodo/Glimt. Mereka melenggang ke 16 besar, sementara Inter terkapar.
“Kami tidak bermain dengan karakter yang dibutuhkan. Ini pukulan yang sangat berat,” ujar pelatih Inter, suaranya datar dalam konferensi pers.
Di sisi lain, hari ini juga menjadi hari bahagia bagi beberapa klub lain. Atletico Madrid, Bayer Leverkusen, dan Newcastle United berhasil mengamankan tiket mereka ke babak berikutnya. Tapi cerita utamanya tetaplah kejatuhan sang raksasa dari Milano, yang dikalahkan oleh tim yang dianggap banyak orang hanya sebagai pemeran tambahan.
Artikel Terkait
Pelatih Persija Bela Cyrus Margono Usai Debut Pahit: Jangan Dinilai dari Satu Laga
Souto Soroti Kesalahan Dasar Meski Timnas Futsal Lolos ke Final AFF
Alex Marquez Akui Persaingan Gila dan Kejar Podium Perdana MotoGP 2026
Persija Jakarta Hadapi Persebaya dalam Laga Krusial Perburuan Gelar Liga Super