Di sisi lain, respons dari klubnya, PSG, terbilang sangat hati-hati. Saat ditanya dalam konferensi pers jelang laga kontra Monaco, pelatih Luis Enrique hanya memberikan komentar singkat.
Sementara itu, dari kubu pelapor, nuansanya berbeda. Pengacara perempuan itu, Rachel-Flore Pardo, menyatakan kliennya merasa lega kasusnya akhirnya sampai ke pengadilan. Pardo menilai proses hukum telah berjalan dengan baik.
Lebih jauh, dia menyoroti sesuatu yang lebih dalam. Menurutnya, penanganan kasus Hakimi ini menunjukkan betapa gerakan MeToo masih menghadapi tantangan berat, khususnya di lingkungan sepak bola pria yang kerap dianggap kebal. Ada area abu-abu, katanya, yang masih belum terjamah dengan optimal.
Kasus ini jelas menarik perhatian publik. Bagaimana tidak, ia melibatkan salah satu pemain paling berpengaruh di PSG sekaligus pilar penting Maroko. Kini, semua mata tertuju ke pengadilan di Paris. Persidangan itulah yang akan menentukan jalan hukum selanjutnya bagi sang bintang sepak bola.
Artikel Terkait
Tardozzi Tenang, Jatuh Marquez di Tes Buriram Tak Pengaruhi Performa
Pat Nevin: Chelsea Bisa Jual Cole Palmer ke Manchester United
Babak Playoff Liga Champions: Inter dan Juventus Hadapi Tantangan Berat
Veda Ega Pratama Siap Debut di Moto3 2026 Usai Tes Pramusim Impresif