Arsenal Tersendat, Manchester City Berpeluang Pangkas Jarak di Puncak Klasemen

- Kamis, 19 Februari 2026 | 12:40 WIB
Arsenal Tersendat, Manchester City Berpeluang Pangkas Jarak di Puncak Klasemen

Perburuan Tiket Liga Champions yang Sengit

Berkat performa kolektif klub-klub Inggris di Eropa, Liga Inggris berpeluang mendapatkan jatah tambahan satu tempat di Liga Champions musim depan. Artinya, lima tim teratas berhak merasakan atmosfer kompetisi elit Eropa.

Perebutan posisi keempat dan keliga diprediksi akan sangat ketat. Liverpool, Chelsea, dan Manchester United diproyeksikan finis dengan selisih poin yang sangat tipis, di kisaran 62 poin. “Liverpool sedikit lebih unggul dengan margin 0,23 poin,” jelas proyeksi tersebut, sementara Chelsea berada di belakangnya. Manchester United diperkirakan harus puas finis keenam dan bermain di Liga Europa.

Beberapa tim seperti Brentford dan Bournemouth masih menjaga asa untuk menembus zona Eropa, meski peluangnya dinilai kecil. Sementara itu, Newcastle United dan Everton hanya memiliki peluang gabungan di bawah 2 persen untuk bisa menyentuh Liga Champions.

Gambaran Zona Degradasi

Di bagian bawah klasemen, persaingan untuk menghindari degradasi tampak tak kalah sengit. Sunderland, yang baru promosi, justru diproyeksikan finis dengan aman di posisi pertengahan klasemen, sebuah pencapaian yang melebihi ekspektasi.

Pertarungan paling menentukan diperkirakan terjadi antara Nottingham Forest dan West Ham United. “West Ham justru memiliki peluang degradasi 71,03 persen,” tutur analisis itu, yang kontras dengan Nottingham Forest yang peluangnya hanya 20,48 persen.

Sayangnya, bagi Wolverhampton yang baru saja menahan Arsenal, proyeksi statistik tidak begitu bersahabat. Mereka bersama Burnley diprediksi akan terdegradasi, dengan Wolves bahkan disebut memiliki peluang 100 persen untuk turun ke Championship meski sempat menunjukkan perlawanan sengit.

Editor: Handoko Prasetyo


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar