Kritik terhadap Aturan Offside yang Dinilai Janggal
Selain soal VAR, Allegri juga menyasar satu regulasi spesifik yang dinilainya tidak logis: aturan offside yang berujung pada pemberian sepak pojok. Dari sudut pandangnya sebagai praktisi yang memahami dinamika lapangan, keputusan seperti itu patut dikoreksi.
“Menurut saya, satu hal yang mutlak perlu diubah adalah ketika terjadi offside dan situasinya menghasilkan sepak pojok. Sepak pojok itu seharusnya tidak diberikan sama sekali,” ujarnya dengan nada tegas.
Diving: Subjektivitas yang Sulit Dihilangkan
Ketika kembali ditanya tentang masalah diving atau simulasi, Allegri mengambil sudut pandang yang realistis. Dia menggarisbawahi bahwa dalam batas tertentu, penilaian terhadap aksi pemain di kotak penalti tetap berada di wilayah kebijaksanaan wasit.
“Itu subjektivitas, tergantung pada kebijaksanaan wasit. Tidak ada yang bisa kami lakukan soal itu. Saya saja kesulitan memilih susunan pemain, apalagi memberi tahu apa yang harus dilakukan VAR. Sepak bola bukan permainan yang mudah dijelaskan, kami tidak bisa mendoktrin semua orang,” paparnya.
Meski demikian, Allegri tak menampik bahwa insiden kontroversial seperti yang terjadi di Derby d’Italia meninggalkan rasa kecewa. “Apa yang terjadi pada Sabtu itu mengecewakan bagi semua orang, tetapi saya rasa yang paling kecewa adalah para pelaku utama dalam peristiwa itu,” pungkasnya.
Pernyataan sang pelatih ini semakin mengukuhkan bahwa di balik rivalitas sengit, ada kebutuhan bersama akan konsistensi penerapan aturan. Dalam persaingan ketat Serie A, setiap keputusan yang dianggap melenceng berpotensi mengubah narasi kompetisi dan merusak integritas pertandingan.
Artikel Terkait
John Herdman Main Bola di Pantai Mandalika Usai Tugas FIFA Series
Bhayangkara FC Bidik Balas Dendam atas Persija di Kandang Sendiri
Gaji Bernardo Silva Jadi Kendala Utama Juventus dalam Perburuan Transfer
FIGC Berburu Pengganti Gattuso, Allegri, Conte, dan Mancini Jadi Kandidat Utama